Sekitar tahun 1896 – 1910, bodi kendaraan masih terbuat dari
kayu untuk bagian chassis maupun bodinya. Hal ini masih terpengaruh
dengan bodi kereta kuda saat itu. Kayu yang digunakan memiliki
ketebalan sekitar 10 mm. Sambungan antar komponen menggunakan
paku yang terbuat dari besi tempa. Untuk bagian atap kendaraan, ada
yang menggunakan kain biasa, kain kanvas, namun ada juga yang
menggunakan kayu dengan tujuan agar bodi bisa kuat.
Pada tahun 1921, Weymann memperkenalkan konstruksi lantai
yang menjadi penopang komponen bodi yang lain, seperti dinding
kendaraan serta kursi kendaraan. Lantai sengaja dibuat dari bahan yang
kuat, sedangkan komponen yang lain bisa dibuat dari komponen yang
ringan. Sambungan dinding dengan lantai menggunakan plat baja yang
dibaut, dan untuk menghilangkan celah antar sambungan biasanya
digunakan kayu. Panel-panel terbuat dari kain, kanvas dan bagian luar
menggunakan kulit. Akan tetapi bahan ini memiliki umur yang pendek.
Setelah permintaan kendaraan semakin meningkat, maka
diperlukan suatu proses pembuatan bodi yang cepat dan dapat diproduksi
massal. Perkembangan teknologi logam saat itu ikut mempercepat
perkembangan teknologi bodi kendaraan, dimana besi bisa diolah dan
dibentuk dengan menggunakan mesin press.
Baru pada tahun 1927 (lihat gambar 1.3) secara keseluruhan bodi
kendaraan terbuat dari logam, dimana bodi kendaraan yang terdiri dari
berbagai komponen telah dibuat dari lembaran plat yang dibentuk/
dipress. Dengan perkembangan cara pengolahan logam yang semakin
meningkat, maka produksi produksi kendaraan juga dapat meningkat.
Gambar 1.3. Kendaraan berbahan plat
Permintaan kendaraan yang terus meningkat, menyebabkan
terjadi persaingan antar perusahaan dalam memproduksi kendaraan. Ahliahli
teknik bodi tiap perusahaan berusaha menciptakan bodi kendaraan
sesuai dengan kebutuhan, ergonomi dan dan memiliki kenyamanan bagi
pengemudi dan penumpangnya.
Perkembangan teknologi bodi di bagian chassis dari tahun ke
tahun juga mengalami kemajuan. Sebagai contoh, roda kendaraan yang
semula memiliki diameter yang tidak sama, roda belakang lebih besar dari
pada roda depan, jari-jari terbuat dari bahan kayu dan roda dilapis logam
baja menjadi roda yang sudah menggunakan karet dan velg logam baik
besi ataupun alumunium. Bahkan sekarang teknologi ban sudah tidak
memakai ban dalam (tubeless tire) yang lebih aman dan mudah
penggunaannya.
Atap kendaraan (head lining) yang semula hanya terbuat dari
kain, kemudian bergeser terbuat dari vinil maupun plastik yang lebih
menarik bentuknya dan mudah dibersihkan. Proses pemasangannya pun
relatif mudah dengan menggunakan adhesive (lem).
Kenyamanan penumpang dalam berkendara juga selalu
ditingkatkan, misalnya tempat duduk yang memiliki pegas dan dapat
diatur posisinya, interior seperti door trim, panel-panel, dashboard yang
terbuat dari bahan vinil atau plastik bahkan lantai karpet yang mudah
dibersihkan. Sistem kemudi yang dahulu menggunakan tongkat berubah
menjadi roda kemudi, tuas pemindah gigi percepatan juga menyesuaikan
kenyamanan pengemudi dan masih banyak kemajuan lainnya.
Sistem kelistrikan juga mulai dikembangkan. Pada awalnya lampu
kendaraan menggunakan minyak, kemudian berkembang menggunakan
acetylene (karbit) dan sekarang menggunakan baterai sebagai sumber
listrik. Fungsi lampu yang dahulu hanya sebagai alat penerangan di
malam hari, saat ini lampu juga dijadikan sebagai isyarat dan ramburambu
dalam usaha meningkatkan keselamatan dalam berkendara.
Lampu-lampu juga menjadi kepentingan asesoris kendaraan untuk
meningkatkan tampilan kendaraan.
Perkembangan bodi kendaraan, juga memegang peranan penting
dalam hal kemampuan kendaraan. Pertama kali kendaraan mesin uap
Cugnot diciptakan, hanya bisa berjalan sekitar 5 km/jam, akan tetapi saat
ini kendaraan sudah bisa berjalan dengan kecepatan diatas 100 km/jam
namun tetap nyaman, aman dan tidak berisik. Kebanyakan orang mungkin
hanya berpendapat bahwa kecepatan tergantung dari mesinnya, akan
tetapi saat ini orang mulai menyadari bahwa kecepatan kendaraan juga
dipengaruhi oleh stabilitas kendaraan serta bentuk dan permukaan bodi
kendaraan. Seperti di arena balap, aerodinamika suatu kendaraan
sangatlah penting untuk mencapai kecepatan dan kestabilan kendaraaan,
demikian halnya dengan kendaraan biasa, sekarang bodi menjadi salah
satu hal yang sangat penting dan selalu dilakukan pengembangan.
Senin, 02 November 2009
Desain Bodi Kendaraan
Pada awal kendaraan diciptakan, bodi kendaraan hanya berfungsi
sebagai tempat penumpang agar terlindung dari panas dan hujan
sehingga bentuknya sederhana. Karena dipengaruhi oleh perkembangan
teknologi motor dan trend yang semakin maju, maka desain kendaraan
mulai diperhatikan. Di industri pembuatan mobil, desain dari sebuah
produk dirancang oleh bererapa ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Dalam mendesain kendaraan, perkembangan ilmu dari gambar
teknik sangatlah cepat. Dari gambar teknik secara manual (gambar 1.7)
berubah menjadi gambar teknik dengan komputer desain (misalnya Auto
CAD). Bahkan rancangan tersebut sudah dapat disimulasikan apabila
sudah dibuat sesungguhnya, baik dari bentuk, warna, struktur bodi
maupun aerodinamikanya. Dengan teknologi komputer ini menyebabkan
proses mendesain bodi kendaraan akan lebih cepat dan hasilnya akan
maksimal.
Setelah digambar, maka kendaraan yang akan dibuat massal
tersebut, kemudian dibuat prototipenya. Prototipe pada awalnya dibuat
dari bahan kayu, kemudian berkembang dibuat dari wax (lilin) dan clay
(tanah liat, lempung) yang relatif mudah dibentuk.
Ukuran dari prototipe bisa dibuat dengan ukuran sesungguhnya,
atau juga dapat dibuat dengan skala (biasanya diperkecil). Selama
membuat prototipe tersebut, diperlukan ketelitian untuk mendapatkan
hasil yang sebaik mungkin, bahkan sampai pada tiap sudut kecil dari
kendaraan.
Terdapat tiga komponen penting dalam perancangan bodi
kendaraan, yaitu:
desain eksterior,
desain interior, dan
desain warna dan trim
Seorang perancang bodi eksterior bertanggung jawab mendesain
bodi secara keseluruhan yang terlihat dari luar, baik depan, belakang
samping kanan dan kiri, atas maupun bawah dari kendaraan.
Perancang bodi interior bertanggung jawab mengembangkan
bagian dalam kendaraan seperti kursi, ruangan, dasbord, trim dan
sebagainya. Rancangan tersebut harus memenuhi aspek ergonomi,
estetika dan kenyamanan penumpang. Seperti halnya dengan eksterior,
bagian interior juga dibuat prototipe terlebih dahulu. Dengan cara ini,
diharapkan kendaraan yang akan dibuat nanti memenuhi rancangan
sebelumnya, dan bisa mencoba untuk dirasakan. Berikut ini teknisi yang
sedang membuat desain interior.
Sedangkan perancang warna dan trim bertanggung jawab
meneliti, mendesain dan mengembangkan warna dan bahan yang
digunakan dalam eksterior maupun interior kendaraan. Termasuk
didalamnya adalah cat dan pengecatan serta bahan-bahan yang
digunakan seperti plastik, karet, vinil, kulit, headliner, karpet, fiberglass
dan lain sebagainya. Ketiga tim desainer ini harus bekerja sama untuk
membuat sebuah kendaraan yang kompak.
sebagai tempat penumpang agar terlindung dari panas dan hujan
sehingga bentuknya sederhana. Karena dipengaruhi oleh perkembangan
teknologi motor dan trend yang semakin maju, maka desain kendaraan
mulai diperhatikan. Di industri pembuatan mobil, desain dari sebuah
produk dirancang oleh bererapa ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Dalam mendesain kendaraan, perkembangan ilmu dari gambar
teknik sangatlah cepat. Dari gambar teknik secara manual (gambar 1.7)
berubah menjadi gambar teknik dengan komputer desain (misalnya Auto
CAD). Bahkan rancangan tersebut sudah dapat disimulasikan apabila
sudah dibuat sesungguhnya, baik dari bentuk, warna, struktur bodi
maupun aerodinamikanya. Dengan teknologi komputer ini menyebabkan
proses mendesain bodi kendaraan akan lebih cepat dan hasilnya akan
maksimal.
Setelah digambar, maka kendaraan yang akan dibuat massal
tersebut, kemudian dibuat prototipenya. Prototipe pada awalnya dibuat
dari bahan kayu, kemudian berkembang dibuat dari wax (lilin) dan clay
(tanah liat, lempung) yang relatif mudah dibentuk.
Ukuran dari prototipe bisa dibuat dengan ukuran sesungguhnya,
atau juga dapat dibuat dengan skala (biasanya diperkecil). Selama
membuat prototipe tersebut, diperlukan ketelitian untuk mendapatkan
hasil yang sebaik mungkin, bahkan sampai pada tiap sudut kecil dari
kendaraan.
Terdapat tiga komponen penting dalam perancangan bodi
kendaraan, yaitu:
desain eksterior,
desain interior, dan
desain warna dan trim
Seorang perancang bodi eksterior bertanggung jawab mendesain
bodi secara keseluruhan yang terlihat dari luar, baik depan, belakang
samping kanan dan kiri, atas maupun bawah dari kendaraan.
Perancang bodi interior bertanggung jawab mengembangkan
bagian dalam kendaraan seperti kursi, ruangan, dasbord, trim dan
sebagainya. Rancangan tersebut harus memenuhi aspek ergonomi,
estetika dan kenyamanan penumpang. Seperti halnya dengan eksterior,
bagian interior juga dibuat prototipe terlebih dahulu. Dengan cara ini,
diharapkan kendaraan yang akan dibuat nanti memenuhi rancangan
sebelumnya, dan bisa mencoba untuk dirasakan. Berikut ini teknisi yang
sedang membuat desain interior.
Sedangkan perancang warna dan trim bertanggung jawab
meneliti, mendesain dan mengembangkan warna dan bahan yang
digunakan dalam eksterior maupun interior kendaraan. Termasuk
didalamnya adalah cat dan pengecatan serta bahan-bahan yang
digunakan seperti plastik, karet, vinil, kulit, headliner, karpet, fiberglass
dan lain sebagainya. Ketiga tim desainer ini harus bekerja sama untuk
membuat sebuah kendaraan yang kompak.
Rabu, 28 Oktober 2009
MERAWAT POWER STEERING
POWER steering merupakan peralatan yang telah mengubah karakteristik sistem kemudi yang selama ini hanya mengandalkan gerak mekanik ke dalam bentuk hidraulik sehingga kemudi terasa lebih ringan dan mudah dikendalikan. Fasilitas ini, terutama, sangat dirasakan manfaatnya ketika kendaraan akan diparkir atau berputar arah di area yang sempit.
Power steering sebenarnya ada dua macam, yakni yang menggunakan sistem fluida dan elektrik. Pada sistem fluida, sistem kemudi memanfaatkan minyak rem untuk menggerakkan steering box. Sementara sistem elektrik bekerja dengan mengandalkan motor penggerak untuk memutar steering box.
Sistem elektrik hampir bisa dipastikan lebih jarang bermasalah karena sistem ini sepenuhnya hanya bergantung pada daya tahan motor penggerak yang memang dirancang untuk usia pakai yang panjang. Berbeda dengan sistem ini, sistem fluida memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin.
Sayangnya, kerusakan power steering tipe fluida ini, kebanyakan, muncul akibat pengguna yang terlalu bersemangat memanfaatkan fasilitas power steering di kendaraannya. Para pengemudi biasanya, lebih suka, membanting steer hingga putaran penuh.
Pada hal, pada saat putaran penuh ini, tekanan hidraulik minyak rem berada pada kondisi maksimal. Bila, kondisi ini sering terjadi, minyak akan menjadi panas dan lama-kelamaan akan merusak komponen-komponen power steering yang kebanyakan terbuat dari bahan karet.
Contohnya, seal pompa, rack and pinion, atau selang-selang. Bila komponen-komponen tersebut sering terkena berada pada suhu tinggi, maka bahan-bahan ini akan menjadi keras dan tidak elastis lagi. Bila kondisi itu terus didiamkan, bukan tidak mungkin, seal tersebut menjadi bocor. Akibatnya, kemudi akan terasa berat.
Untuk menghindari kondisi itu atau paling tidak memperpanjang usia power steering, pengemudi sebaiknya menghindari memutar steer hingga mentok sebisa mungkin, meskipun pada saat melintas di tikungan tajam (U turn).
Selain tepat waktu pada jadwal pemeriksaan berkala sesuai dengan cara perawatan yang diajukan produsen kendaraan, kondisi minyak rem juga sebaiknya sering-sering diperhatikan. Minyak rem yang bagus memiliki warna merah. Bila sudah mulai hitam sebaiknya segera di ganti di bengkel.
Begitu pula dengan volume minyak rem. Bila volume ini menunjukkan angka dibawah minimum, maka kendaraan sebaiknya tidak menggunakan fasilitas ini. Mobil juga sebaiknya dibawa ke bengkel jika stick penunjuk wadah minyak rem berada di bawah minimal, karena kondisi ini bisa jadi timbul akibat ada kebocoran.
Minyak rem juga sebaiknya diganti secara berkala sesuai dengan waktu yang dianjurkan pabrik kendaraan. Misalnya, setelah menempuh 30 ribu kilometer atau dalam waktu satu tahun pemakaian, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.
Pada saat servis rutin, drive belt (belt penggerak pompa power steering yang berasal dari mesin) juga sebaiknya turut diperiksa. Karena, apabila belt ini putus, namun power steering tidak berfungsi.
Secara umum, power steering yang bermasalah dapat dideteksi dari beberapa gejala seperti roda kemudi yang semakin berat diputar; setir berderit ketika diputar, setir tidak konsisten,, kadang terasa ringan dan kadang berat.
Agar awet, jangan paksa setir diputar habis/belok patah. Sebaiknya kondisi minyak rem diperiksa setiap dua minggu bersama-sama dengan pemeriksaan cairan aki dan radiator.
Power steering sebenarnya ada dua macam, yakni yang menggunakan sistem fluida dan elektrik. Pada sistem fluida, sistem kemudi memanfaatkan minyak rem untuk menggerakkan steering box. Sementara sistem elektrik bekerja dengan mengandalkan motor penggerak untuk memutar steering box.
Sistem elektrik hampir bisa dipastikan lebih jarang bermasalah karena sistem ini sepenuhnya hanya bergantung pada daya tahan motor penggerak yang memang dirancang untuk usia pakai yang panjang. Berbeda dengan sistem ini, sistem fluida memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin.
Sayangnya, kerusakan power steering tipe fluida ini, kebanyakan, muncul akibat pengguna yang terlalu bersemangat memanfaatkan fasilitas power steering di kendaraannya. Para pengemudi biasanya, lebih suka, membanting steer hingga putaran penuh.
Pada hal, pada saat putaran penuh ini, tekanan hidraulik minyak rem berada pada kondisi maksimal. Bila, kondisi ini sering terjadi, minyak akan menjadi panas dan lama-kelamaan akan merusak komponen-komponen power steering yang kebanyakan terbuat dari bahan karet.
Contohnya, seal pompa, rack and pinion, atau selang-selang. Bila komponen-komponen tersebut sering terkena berada pada suhu tinggi, maka bahan-bahan ini akan menjadi keras dan tidak elastis lagi. Bila kondisi itu terus didiamkan, bukan tidak mungkin, seal tersebut menjadi bocor. Akibatnya, kemudi akan terasa berat.
Untuk menghindari kondisi itu atau paling tidak memperpanjang usia power steering, pengemudi sebaiknya menghindari memutar steer hingga mentok sebisa mungkin, meskipun pada saat melintas di tikungan tajam (U turn).
Selain tepat waktu pada jadwal pemeriksaan berkala sesuai dengan cara perawatan yang diajukan produsen kendaraan, kondisi minyak rem juga sebaiknya sering-sering diperhatikan. Minyak rem yang bagus memiliki warna merah. Bila sudah mulai hitam sebaiknya segera di ganti di bengkel.
Begitu pula dengan volume minyak rem. Bila volume ini menunjukkan angka dibawah minimum, maka kendaraan sebaiknya tidak menggunakan fasilitas ini. Mobil juga sebaiknya dibawa ke bengkel jika stick penunjuk wadah minyak rem berada di bawah minimal, karena kondisi ini bisa jadi timbul akibat ada kebocoran.
Minyak rem juga sebaiknya diganti secara berkala sesuai dengan waktu yang dianjurkan pabrik kendaraan. Misalnya, setelah menempuh 30 ribu kilometer atau dalam waktu satu tahun pemakaian, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.
Pada saat servis rutin, drive belt (belt penggerak pompa power steering yang berasal dari mesin) juga sebaiknya turut diperiksa. Karena, apabila belt ini putus, namun power steering tidak berfungsi.
Secara umum, power steering yang bermasalah dapat dideteksi dari beberapa gejala seperti roda kemudi yang semakin berat diputar; setir berderit ketika diputar, setir tidak konsisten,, kadang terasa ringan dan kadang berat.
Agar awet, jangan paksa setir diputar habis/belok patah. Sebaiknya kondisi minyak rem diperiksa setiap dua minggu bersama-sama dengan pemeriksaan cairan aki dan radiator.
MERAWAT SISTEM SUSPENSI DAN KEMUDI
SISTEM suspensi dan kemudi wajib dirawat dan diperhatikan secara rutin. Maklum, masalah yang muncul pada sistem itu biasanya muncul sedikit-sedikit atau bertahap. Untuk itu, tidak seharusnya Anda mengabaikan perawatan sistem itu dan menunggu hingga sistem tersebut benar-benar rusak. Sebaiknya, sistem itu diperiksa setiap 4.800 kilometer atau tiga bulan sekali. Tip berikut dapat membantu Anda memeriksa sistem suspensi dan kemudi.
Langkah pertama, parkir mobil di tempat yang rata. Tekan bagian atas bemper kiri depan dan bemper kanan depan, lalu lepaskan dengan cepat. Mobil akan melenting seolah-olah menabrak tonjolan di jalan. Jika mobil melenting lebih dari satu atau dua kali, itu artinya peredam bantingan tampaknya perlu diganti.
Langkah kedua, ganjal ujung depan mobil sehingga mobil terangkat dan Anda bisa memeriksa mekanisme kemudi di bagian bawah mobil. Periksa, apakah ada cairan yang bocor pada peredam bantingan.
Langkah ketiga, mintalah bantuan seseorang untuk memutar roda kemudi berkali-kali ke kiri dan kanan. Coba Anda perhatikan bagaimana mekanisme kemudi bekerja. Telusuri pergerakan dari bak persneling kemudi melalui tongkatnya ke sisi belakang roda. Pergerakan harus mulus tanpa suara yang tidak jelas atau suara logam.
Perhatikan bagian samping roda depan. Pegang ban dan gerakkan dari sisi ke sisi. Pergerakan harus mulus dan tidak tersentak-sentak atau berisik. Kemudian pegang ban di bagian atas dan bawah. Gerakkan ke arah yang menjauh dari anda beberapa kali untuk melihat apakah ban kelihatan longgar.
Langkah terakhir, putar ban satu per satu dan perhatikan apakah terdengar suara berisik. Suara gemeletuk dapat berarti bantalan roda membutuhkan pelumasan atau rem yang menyeret.
Langkah pertama, parkir mobil di tempat yang rata. Tekan bagian atas bemper kiri depan dan bemper kanan depan, lalu lepaskan dengan cepat. Mobil akan melenting seolah-olah menabrak tonjolan di jalan. Jika mobil melenting lebih dari satu atau dua kali, itu artinya peredam bantingan tampaknya perlu diganti.
Langkah kedua, ganjal ujung depan mobil sehingga mobil terangkat dan Anda bisa memeriksa mekanisme kemudi di bagian bawah mobil. Periksa, apakah ada cairan yang bocor pada peredam bantingan.
Langkah ketiga, mintalah bantuan seseorang untuk memutar roda kemudi berkali-kali ke kiri dan kanan. Coba Anda perhatikan bagaimana mekanisme kemudi bekerja. Telusuri pergerakan dari bak persneling kemudi melalui tongkatnya ke sisi belakang roda. Pergerakan harus mulus tanpa suara yang tidak jelas atau suara logam.
Perhatikan bagian samping roda depan. Pegang ban dan gerakkan dari sisi ke sisi. Pergerakan harus mulus dan tidak tersentak-sentak atau berisik. Kemudian pegang ban di bagian atas dan bawah. Gerakkan ke arah yang menjauh dari anda beberapa kali untuk melihat apakah ban kelihatan longgar.
Langkah terakhir, putar ban satu per satu dan perhatikan apakah terdengar suara berisik. Suara gemeletuk dapat berarti bantalan roda membutuhkan pelumasan atau rem yang menyeret.
GANGGUAN PADA SISTEM KEMUDI
GANGGUAN pada kemudi dapat mengurangi kenyamanan waktu mengendarai mobil. Mengetahui lebih dini gangguan pada sistem kemudi akan mengurangi kerugian lebih besar. Oleh karena itu, ada baiknya mengenali beberapa gangguan setir (kemudi).
Bagi kendaraan yang sudah mengadopsi teknologi power steering, kemudi yang berat menunjukkan adanya masalah. Biasanya gangguan disebabkan tali kipas (V-belt) sudah kendur atau kehabisan oli power steering.
Gangguan lain bisa juga karena bentuk ban radial yang terlalu lebar atau tekanan angin kurang. Akibatnya bidang gesek dengan permukaan jalan menjadi lebih besar sehingga kemudi pun jadi berat. Kemudi terasa berat juga sering terjadi pada kendaraan model gear box.
Pada kendaraan jenis ini penyebabnya akibat penyetelan sector shaft terhadap steering worm tidak benar sehingga tidak ada free play. Sementara itu, kemudi berat pada kendaraan model rack and opinion disebabkan tekanan ban yang tidak cukup. Penyetelan baut kelonggaran gigi yang terlalu kencang juga akan membuat kemudi juga terasa berat.
Perlu juga diwaspadai gerak bebas berlebihan (free play) akibat penyetelan sector shaft yang tidak tepat atau pengantar/penyetel rack pada model rack and opinion terlalu kendur. Pada kendaraan jip bisa disebabkan oleh keausan pada center arm bracket kendaraan yang cenderung menarik ke satu arah.
Kemudi berat juga bisa disebabkan kendaraan miring karena suspensi (pegas) depan lemah. Penyebabnya karena diameter ban tidak sama serta bantalan (larger) roda depan yang sudah aus. Selain kemudi yang terasa berat, hal lain yang juga mengganggu konsentrasi berkendara adalah getaran kuat pada lingkar kemudi. Setir yang bergetar akan mengganggu konsentrasi pengemudi. Di samping itu kenyamanan juga menjadi terganggu. Jika mengalami hal itu, sebaiknya mobil segera dibawa ke bengkel.
Namun, perlu juga mengetahui penyebab dan cara perbaikan getaran-getaran setir tersebut. Setir bergetar bisa disebabkan oleh tekanan di antara keempat ban tidak seragam atau bisa tekanannya kurang. Untuk mengatasinya, cukup dengan menyesuaikan tekanan ban sesuai standar yang diharuskan.
Setir bergetar bisa juga disebabkan batang penghubung pada sistem kemudi longgar sehingga perlu dilakukan penyetelan kembali atau mengganti bagian batang penghubung yang sudah aus. Masih banyak faktor-faktor yang menyebabkan setir bergetar. Karena itu yang terbaik adalah rajin melakukan pemeriksaan atau perawatan rutin terutama di bengkel resmi.
Bagi kendaraan yang sudah mengadopsi teknologi power steering, kemudi yang berat menunjukkan adanya masalah. Biasanya gangguan disebabkan tali kipas (V-belt) sudah kendur atau kehabisan oli power steering.
Gangguan lain bisa juga karena bentuk ban radial yang terlalu lebar atau tekanan angin kurang. Akibatnya bidang gesek dengan permukaan jalan menjadi lebih besar sehingga kemudi pun jadi berat. Kemudi terasa berat juga sering terjadi pada kendaraan model gear box.
Pada kendaraan jenis ini penyebabnya akibat penyetelan sector shaft terhadap steering worm tidak benar sehingga tidak ada free play. Sementara itu, kemudi berat pada kendaraan model rack and opinion disebabkan tekanan ban yang tidak cukup. Penyetelan baut kelonggaran gigi yang terlalu kencang juga akan membuat kemudi juga terasa berat.
Perlu juga diwaspadai gerak bebas berlebihan (free play) akibat penyetelan sector shaft yang tidak tepat atau pengantar/penyetel rack pada model rack and opinion terlalu kendur. Pada kendaraan jip bisa disebabkan oleh keausan pada center arm bracket kendaraan yang cenderung menarik ke satu arah.
Kemudi berat juga bisa disebabkan kendaraan miring karena suspensi (pegas) depan lemah. Penyebabnya karena diameter ban tidak sama serta bantalan (larger) roda depan yang sudah aus. Selain kemudi yang terasa berat, hal lain yang juga mengganggu konsentrasi berkendara adalah getaran kuat pada lingkar kemudi. Setir yang bergetar akan mengganggu konsentrasi pengemudi. Di samping itu kenyamanan juga menjadi terganggu. Jika mengalami hal itu, sebaiknya mobil segera dibawa ke bengkel.
Namun, perlu juga mengetahui penyebab dan cara perbaikan getaran-getaran setir tersebut. Setir bergetar bisa disebabkan oleh tekanan di antara keempat ban tidak seragam atau bisa tekanannya kurang. Untuk mengatasinya, cukup dengan menyesuaikan tekanan ban sesuai standar yang diharuskan.
Setir bergetar bisa juga disebabkan batang penghubung pada sistem kemudi longgar sehingga perlu dilakukan penyetelan kembali atau mengganti bagian batang penghubung yang sudah aus. Masih banyak faktor-faktor yang menyebabkan setir bergetar. Karena itu yang terbaik adalah rajin melakukan pemeriksaan atau perawatan rutin terutama di bengkel resmi.
MERAWAT REM MOBILl
Rem adalah salah satu bagian paling vital dalam pengoperasian kendaraan
Anda (mobil misalnya). Keberadaan rem sangat penting untuk memberikan
rasa aman saat penggunaan mobil, namun berfungsinya peranti satu itu sangat
tergantung dengan bagaimana cara kita merawatnya. Kalau perawatan
diabaikan, hampir pasti fungsinya juga tidak optimal.Ujung-ujungnya,
keselamatan kita (dan orang lain) saat berkendara terancam.
Untuk menjaga supaya rem tetap pakem tidak sulit,
asalkan kita tahu bagaimana kiat-kiatnya. Pertama yang harus diperhatikan
adalah bagian disc break dan tromol, dan memeriksa kualitas minyak rem,
saluran rem, dan kampas rem itu sendiri. Untuk minyak rem, biasanya harus
diganti atau dibersihkan setelah mobil menempuh 10.000 km. Perhatikan
bagian ini dengan seksama supaya tidak kosong, dan perhatikan perbandingan
antara bagian depan dan belakang (2:1). Bagian depan mendapat porsi lebih
besar sebab paling sering digunakan saat mobil direm.
Langkah berikut adalah memeriksa kampas rem apakah masih dalam kondisi
baik atau tidak. Caranya, lepaskan roda dengan kunci, perhatikan bagian disc
brake dan lepas pegangan kampas rem dengan alat martil atau obeng. Bila
kampas rem kotor, gunakan amplas/sikat/kuas untuk membersihkannya.
Semakin bersih kampas rem, semakin bagus dan kuat fungsinya. Berikan
gemuk/pelumas pada bagian besi penahannya, namun hindari supaya tidak
terkena bagian sepatu rem. Pasang kembali kampas, dan kancingkan.
Hal terakhir yang harus diperhatikan supaya rem senantiasa berfungsi dengan baik adalah
perawatan yang teratur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, usahakan supaya minyak
diganti setiap mencapai 10.000 km, sedangkan untuk kampas biasanya antara 20-25.000 km
(otomatis) dan 40.000 km (manual). Jangan lupa untuk mengecek kondisi minyak rem setiap dua
minggu sekali.
Anda (mobil misalnya). Keberadaan rem sangat penting untuk memberikan
rasa aman saat penggunaan mobil, namun berfungsinya peranti satu itu sangat
tergantung dengan bagaimana cara kita merawatnya. Kalau perawatan
diabaikan, hampir pasti fungsinya juga tidak optimal.Ujung-ujungnya,
keselamatan kita (dan orang lain) saat berkendara terancam.
Untuk menjaga supaya rem tetap pakem tidak sulit,
asalkan kita tahu bagaimana kiat-kiatnya. Pertama yang harus diperhatikan
adalah bagian disc break dan tromol, dan memeriksa kualitas minyak rem,
saluran rem, dan kampas rem itu sendiri. Untuk minyak rem, biasanya harus
diganti atau dibersihkan setelah mobil menempuh 10.000 km. Perhatikan
bagian ini dengan seksama supaya tidak kosong, dan perhatikan perbandingan
antara bagian depan dan belakang (2:1). Bagian depan mendapat porsi lebih
besar sebab paling sering digunakan saat mobil direm.
Langkah berikut adalah memeriksa kampas rem apakah masih dalam kondisi
baik atau tidak. Caranya, lepaskan roda dengan kunci, perhatikan bagian disc
brake dan lepas pegangan kampas rem dengan alat martil atau obeng. Bila
kampas rem kotor, gunakan amplas/sikat/kuas untuk membersihkannya.
Semakin bersih kampas rem, semakin bagus dan kuat fungsinya. Berikan
gemuk/pelumas pada bagian besi penahannya, namun hindari supaya tidak
terkena bagian sepatu rem. Pasang kembali kampas, dan kancingkan.
Hal terakhir yang harus diperhatikan supaya rem senantiasa berfungsi dengan baik adalah
perawatan yang teratur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, usahakan supaya minyak
diganti setiap mencapai 10.000 km, sedangkan untuk kampas biasanya antara 20-25.000 km
(otomatis) dan 40.000 km (manual). Jangan lupa untuk mengecek kondisi minyak rem setiap dua
minggu sekali.
Membersihkan Jamur dari Kaca Mobil
Kaca mobil adalah salah satu bagian kendaraan yang sangat penting, karena bisa menjaga kita agar terhindar dari sinar ultra violet atau air hujan yang kerap muncul pada saat tidak terduga. Tak heran bila bagian ini nyaris selalu terlihat kotor, namun hal ini tidak bisa dibiarkan. Kaca yang terlalu lama tidak dibersihkan akan menjadi kusam dan menjadi tempat tumbuhnya jamur.
Untuk menghindarinya, bersihkan kaca mobil Anda dengan teratur dalam jangka waktu tertentu (kalau perlu setiap hari di musim hujan). Untuk melakukannya tidak perlu ke salon kecantikan mobil, sebab hanya butuh benda-benda sederhana yang bisa diperoleh dari dalam rumah seperti sabun mandi cair dan spons pembersih. Berikut adalah kiat- kiat jitu membersihkan kaca supaya terhindar dari jamur. Langkah pertama adalah membasuh bagian permukaan kaca yang terkena noda/kotoran dengan air bersih. Untuk melakukannya, gunakan lap yang tidak berserat sebabpermukaan kasar pada lap berserat bisa membuat kaca Anda yang tadinya mulus jadi tergores danmeninggalkan bekas. Berikan sabun (biasanya sabun cair yang telah dicampur dengan air) kepermukaan kaca, kemudian lap sampai busa merata.
Untuk membilasnya, siram air ke permukaan kemudian disusul oleh pengeringan dengan menggunakan lap. Untuk fase ini, usahakan supaya lap tidak basah. Dengan demikian, kaca jadi bebas dari noda dan karat. Sebagai langkah perawatan, hindari memarkir mobil dalam keadaan terjemur langsung oleh terik matahari karena bisa mempercepat proses timbulnya jamur. Kemudian, setiap habis bepergian, jangan lupa bersihkan mobil dengan menggunakan lap atau kemoceng. Dan terakhir, jangan lupa untuk membersihkan kaca mobil minimal dua minggu sekali (tentunya selain dicuci).
Untuk menghindarinya, bersihkan kaca mobil Anda dengan teratur dalam jangka waktu tertentu (kalau perlu setiap hari di musim hujan). Untuk melakukannya tidak perlu ke salon kecantikan mobil, sebab hanya butuh benda-benda sederhana yang bisa diperoleh dari dalam rumah seperti sabun mandi cair dan spons pembersih. Berikut adalah kiat- kiat jitu membersihkan kaca supaya terhindar dari jamur. Langkah pertama adalah membasuh bagian permukaan kaca yang terkena noda/kotoran dengan air bersih. Untuk melakukannya, gunakan lap yang tidak berserat sebabpermukaan kasar pada lap berserat bisa membuat kaca Anda yang tadinya mulus jadi tergores danmeninggalkan bekas. Berikan sabun (biasanya sabun cair yang telah dicampur dengan air) kepermukaan kaca, kemudian lap sampai busa merata.
Untuk membilasnya, siram air ke permukaan kemudian disusul oleh pengeringan dengan menggunakan lap. Untuk fase ini, usahakan supaya lap tidak basah. Dengan demikian, kaca jadi bebas dari noda dan karat. Sebagai langkah perawatan, hindari memarkir mobil dalam keadaan terjemur langsung oleh terik matahari karena bisa mempercepat proses timbulnya jamur. Kemudian, setiap habis bepergian, jangan lupa bersihkan mobil dengan menggunakan lap atau kemoceng. Dan terakhir, jangan lupa untuk membersihkan kaca mobil minimal dua minggu sekali (tentunya selain dicuci).
Langganan:
Postingan (Atom)

