Spooring atau dengan istilah lain Wheel alignment instrument adalah seperangkat alat yang mampu mendeteksi sudut-sudut geometri kemudi yaitu camber, caster, toe-in toe-out dan kingpin inclination (KPI). Dengan alat ini ketidaksesuaian sudut geometri kemudi tersebut dapat
diketahui dan bisa dietel kembali sesuai dengan spesifikasinya. Alat ini dilengkapi dengan sepasang turn table sebagai alas roda depan sehingga roda dapat bergeser untuk mempermudah saat melakukan penyetelan sudut-sudut geometri kemudi Spooring dibedakan menjadi dua tipe menurut cara kerjanya :
Tipe mekanis sudah jarang digunakan lagi karena dianggap kurang presisi, penunjuknya berupa skala dan jarum penunjuk Saat ini yang banyak digunakan adalah yang tipe optik, yaitu dengan memanfaatkan sinar infra merah yang ditembakkan pada layar yang dilengkapi skala supaya dapat diketahui sudut geometri rodanya. Tipe optikal saat ini lebih modern lagi karena sudah menggunakan program komputer yang dilengkapi dengan sensor-sensor yang dapat memberikan input data pada komputer sehingga data yang ditampilkan lebih akurat.
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 November 2009
Tracking
Tracking atau sering dikenal dengan nama camber tool, adalah alat untuk mengukur kemiringan roda depan terhadap arah vertical kendaraan jika dipandang dari depan. Kalau misalnya roda pada kendaraan terjadi kondisi bagian atas roda masuk ke dalam bodi mobil, berarti mobil tersebut memiliki chamber negatif. Sebaliknya jika roda pada bagian atas keluar dari bodi, maka disebut camber positif. Ukuran camber ini menentukan kestabilan pengendaraan. Camber positif yang cukup besar akan menyebabkan kendaraan cenderung tidak stabil ketika dijalan lurus, namun mudah belok ketika ditikungan (over steer). Sedangkan kalau cambernya negatif, mobil akan cenderung stabil di jalan lurus, tetapi agak sulit dibelokkan (under steer). Cara menggunakan alat ini sangat sederhana, yaitu menempatkan kendaraan ditempat yang rata. Pasang alat pada poros roda dan bacalah hasil dari pengukuran. Untuk menyesuaikan dengan ukuran yang diinginkan, stel sesuai dengan sistem suspensinya. Ada kendaraan yang menggunakan shim (plat tipis) yang dipasang pada bagian atas (upper arm) untuk melakukan penyetelah camber. Ada juga yang mengubah posisi nok pada bagian bawah (lower arm) untuk menyetel camber.
Senin, 02 November 2009
Sejarah Bodi Kendaraan
Sekitar tahun 1896 – 1910, bodi kendaraan masih terbuat dari
kayu untuk bagian chassis maupun bodinya. Hal ini masih terpengaruh
dengan bodi kereta kuda saat itu. Kayu yang digunakan memiliki
ketebalan sekitar 10 mm. Sambungan antar komponen menggunakan
paku yang terbuat dari besi tempa. Untuk bagian atap kendaraan, ada
yang menggunakan kain biasa, kain kanvas, namun ada juga yang
menggunakan kayu dengan tujuan agar bodi bisa kuat.
Pada tahun 1921, Weymann memperkenalkan konstruksi lantai
yang menjadi penopang komponen bodi yang lain, seperti dinding
kendaraan serta kursi kendaraan. Lantai sengaja dibuat dari bahan yang
kuat, sedangkan komponen yang lain bisa dibuat dari komponen yang
ringan. Sambungan dinding dengan lantai menggunakan plat baja yang
dibaut, dan untuk menghilangkan celah antar sambungan biasanya
digunakan kayu. Panel-panel terbuat dari kain, kanvas dan bagian luar
menggunakan kulit. Akan tetapi bahan ini memiliki umur yang pendek.
Setelah permintaan kendaraan semakin meningkat, maka
diperlukan suatu proses pembuatan bodi yang cepat dan dapat diproduksi
massal. Perkembangan teknologi logam saat itu ikut mempercepat
perkembangan teknologi bodi kendaraan, dimana besi bisa diolah dan
dibentuk dengan menggunakan mesin press.
Baru pada tahun 1927 (lihat gambar 1.3) secara keseluruhan bodi
kendaraan terbuat dari logam, dimana bodi kendaraan yang terdiri dari
berbagai komponen telah dibuat dari lembaran plat yang dibentuk/
dipress. Dengan perkembangan cara pengolahan logam yang semakin
meningkat, maka produksi produksi kendaraan juga dapat meningkat.
Gambar 1.3. Kendaraan berbahan plat
Permintaan kendaraan yang terus meningkat, menyebabkan
terjadi persaingan antar perusahaan dalam memproduksi kendaraan. Ahliahli
teknik bodi tiap perusahaan berusaha menciptakan bodi kendaraan
sesuai dengan kebutuhan, ergonomi dan dan memiliki kenyamanan bagi
pengemudi dan penumpangnya.
Perkembangan teknologi bodi di bagian chassis dari tahun ke
tahun juga mengalami kemajuan. Sebagai contoh, roda kendaraan yang
semula memiliki diameter yang tidak sama, roda belakang lebih besar dari
pada roda depan, jari-jari terbuat dari bahan kayu dan roda dilapis logam
baja menjadi roda yang sudah menggunakan karet dan velg logam baik
besi ataupun alumunium. Bahkan sekarang teknologi ban sudah tidak
memakai ban dalam (tubeless tire) yang lebih aman dan mudah
penggunaannya.
Atap kendaraan (head lining) yang semula hanya terbuat dari
kain, kemudian bergeser terbuat dari vinil maupun plastik yang lebih
menarik bentuknya dan mudah dibersihkan. Proses pemasangannya pun
relatif mudah dengan menggunakan adhesive (lem).
Kenyamanan penumpang dalam berkendara juga selalu
ditingkatkan, misalnya tempat duduk yang memiliki pegas dan dapat
diatur posisinya, interior seperti door trim, panel-panel, dashboard yang
terbuat dari bahan vinil atau plastik bahkan lantai karpet yang mudah
dibersihkan. Sistem kemudi yang dahulu menggunakan tongkat berubah
menjadi roda kemudi, tuas pemindah gigi percepatan juga menyesuaikan
kenyamanan pengemudi dan masih banyak kemajuan lainnya.
Sistem kelistrikan juga mulai dikembangkan. Pada awalnya lampu
kendaraan menggunakan minyak, kemudian berkembang menggunakan
acetylene (karbit) dan sekarang menggunakan baterai sebagai sumber
listrik. Fungsi lampu yang dahulu hanya sebagai alat penerangan di
malam hari, saat ini lampu juga dijadikan sebagai isyarat dan ramburambu
dalam usaha meningkatkan keselamatan dalam berkendara.
Lampu-lampu juga menjadi kepentingan asesoris kendaraan untuk
meningkatkan tampilan kendaraan.
Perkembangan bodi kendaraan, juga memegang peranan penting
dalam hal kemampuan kendaraan. Pertama kali kendaraan mesin uap
Cugnot diciptakan, hanya bisa berjalan sekitar 5 km/jam, akan tetapi saat
ini kendaraan sudah bisa berjalan dengan kecepatan diatas 100 km/jam
namun tetap nyaman, aman dan tidak berisik. Kebanyakan orang mungkin
hanya berpendapat bahwa kecepatan tergantung dari mesinnya, akan
tetapi saat ini orang mulai menyadari bahwa kecepatan kendaraan juga
dipengaruhi oleh stabilitas kendaraan serta bentuk dan permukaan bodi
kendaraan. Seperti di arena balap, aerodinamika suatu kendaraan
sangatlah penting untuk mencapai kecepatan dan kestabilan kendaraaan,
demikian halnya dengan kendaraan biasa, sekarang bodi menjadi salah
satu hal yang sangat penting dan selalu dilakukan pengembangan.
kayu untuk bagian chassis maupun bodinya. Hal ini masih terpengaruh
dengan bodi kereta kuda saat itu. Kayu yang digunakan memiliki
ketebalan sekitar 10 mm. Sambungan antar komponen menggunakan
paku yang terbuat dari besi tempa. Untuk bagian atap kendaraan, ada
yang menggunakan kain biasa, kain kanvas, namun ada juga yang
menggunakan kayu dengan tujuan agar bodi bisa kuat.
Pada tahun 1921, Weymann memperkenalkan konstruksi lantai
yang menjadi penopang komponen bodi yang lain, seperti dinding
kendaraan serta kursi kendaraan. Lantai sengaja dibuat dari bahan yang
kuat, sedangkan komponen yang lain bisa dibuat dari komponen yang
ringan. Sambungan dinding dengan lantai menggunakan plat baja yang
dibaut, dan untuk menghilangkan celah antar sambungan biasanya
digunakan kayu. Panel-panel terbuat dari kain, kanvas dan bagian luar
menggunakan kulit. Akan tetapi bahan ini memiliki umur yang pendek.
Setelah permintaan kendaraan semakin meningkat, maka
diperlukan suatu proses pembuatan bodi yang cepat dan dapat diproduksi
massal. Perkembangan teknologi logam saat itu ikut mempercepat
perkembangan teknologi bodi kendaraan, dimana besi bisa diolah dan
dibentuk dengan menggunakan mesin press.
Baru pada tahun 1927 (lihat gambar 1.3) secara keseluruhan bodi
kendaraan terbuat dari logam, dimana bodi kendaraan yang terdiri dari
berbagai komponen telah dibuat dari lembaran plat yang dibentuk/
dipress. Dengan perkembangan cara pengolahan logam yang semakin
meningkat, maka produksi produksi kendaraan juga dapat meningkat.
Gambar 1.3. Kendaraan berbahan plat
Permintaan kendaraan yang terus meningkat, menyebabkan
terjadi persaingan antar perusahaan dalam memproduksi kendaraan. Ahliahli
teknik bodi tiap perusahaan berusaha menciptakan bodi kendaraan
sesuai dengan kebutuhan, ergonomi dan dan memiliki kenyamanan bagi
pengemudi dan penumpangnya.
Perkembangan teknologi bodi di bagian chassis dari tahun ke
tahun juga mengalami kemajuan. Sebagai contoh, roda kendaraan yang
semula memiliki diameter yang tidak sama, roda belakang lebih besar dari
pada roda depan, jari-jari terbuat dari bahan kayu dan roda dilapis logam
baja menjadi roda yang sudah menggunakan karet dan velg logam baik
besi ataupun alumunium. Bahkan sekarang teknologi ban sudah tidak
memakai ban dalam (tubeless tire) yang lebih aman dan mudah
penggunaannya.
Atap kendaraan (head lining) yang semula hanya terbuat dari
kain, kemudian bergeser terbuat dari vinil maupun plastik yang lebih
menarik bentuknya dan mudah dibersihkan. Proses pemasangannya pun
relatif mudah dengan menggunakan adhesive (lem).
Kenyamanan penumpang dalam berkendara juga selalu
ditingkatkan, misalnya tempat duduk yang memiliki pegas dan dapat
diatur posisinya, interior seperti door trim, panel-panel, dashboard yang
terbuat dari bahan vinil atau plastik bahkan lantai karpet yang mudah
dibersihkan. Sistem kemudi yang dahulu menggunakan tongkat berubah
menjadi roda kemudi, tuas pemindah gigi percepatan juga menyesuaikan
kenyamanan pengemudi dan masih banyak kemajuan lainnya.
Sistem kelistrikan juga mulai dikembangkan. Pada awalnya lampu
kendaraan menggunakan minyak, kemudian berkembang menggunakan
acetylene (karbit) dan sekarang menggunakan baterai sebagai sumber
listrik. Fungsi lampu yang dahulu hanya sebagai alat penerangan di
malam hari, saat ini lampu juga dijadikan sebagai isyarat dan ramburambu
dalam usaha meningkatkan keselamatan dalam berkendara.
Lampu-lampu juga menjadi kepentingan asesoris kendaraan untuk
meningkatkan tampilan kendaraan.
Perkembangan bodi kendaraan, juga memegang peranan penting
dalam hal kemampuan kendaraan. Pertama kali kendaraan mesin uap
Cugnot diciptakan, hanya bisa berjalan sekitar 5 km/jam, akan tetapi saat
ini kendaraan sudah bisa berjalan dengan kecepatan diatas 100 km/jam
namun tetap nyaman, aman dan tidak berisik. Kebanyakan orang mungkin
hanya berpendapat bahwa kecepatan tergantung dari mesinnya, akan
tetapi saat ini orang mulai menyadari bahwa kecepatan kendaraan juga
dipengaruhi oleh stabilitas kendaraan serta bentuk dan permukaan bodi
kendaraan. Seperti di arena balap, aerodinamika suatu kendaraan
sangatlah penting untuk mencapai kecepatan dan kestabilan kendaraaan,
demikian halnya dengan kendaraan biasa, sekarang bodi menjadi salah
satu hal yang sangat penting dan selalu dilakukan pengembangan.
Desain Bodi Kendaraan
Pada awal kendaraan diciptakan, bodi kendaraan hanya berfungsi
sebagai tempat penumpang agar terlindung dari panas dan hujan
sehingga bentuknya sederhana. Karena dipengaruhi oleh perkembangan
teknologi motor dan trend yang semakin maju, maka desain kendaraan
mulai diperhatikan. Di industri pembuatan mobil, desain dari sebuah
produk dirancang oleh bererapa ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Dalam mendesain kendaraan, perkembangan ilmu dari gambar
teknik sangatlah cepat. Dari gambar teknik secara manual (gambar 1.7)
berubah menjadi gambar teknik dengan komputer desain (misalnya Auto
CAD). Bahkan rancangan tersebut sudah dapat disimulasikan apabila
sudah dibuat sesungguhnya, baik dari bentuk, warna, struktur bodi
maupun aerodinamikanya. Dengan teknologi komputer ini menyebabkan
proses mendesain bodi kendaraan akan lebih cepat dan hasilnya akan
maksimal.
Setelah digambar, maka kendaraan yang akan dibuat massal
tersebut, kemudian dibuat prototipenya. Prototipe pada awalnya dibuat
dari bahan kayu, kemudian berkembang dibuat dari wax (lilin) dan clay
(tanah liat, lempung) yang relatif mudah dibentuk.
Ukuran dari prototipe bisa dibuat dengan ukuran sesungguhnya,
atau juga dapat dibuat dengan skala (biasanya diperkecil). Selama
membuat prototipe tersebut, diperlukan ketelitian untuk mendapatkan
hasil yang sebaik mungkin, bahkan sampai pada tiap sudut kecil dari
kendaraan.
Terdapat tiga komponen penting dalam perancangan bodi
kendaraan, yaitu:
desain eksterior,
desain interior, dan
desain warna dan trim
Seorang perancang bodi eksterior bertanggung jawab mendesain
bodi secara keseluruhan yang terlihat dari luar, baik depan, belakang
samping kanan dan kiri, atas maupun bawah dari kendaraan.
Perancang bodi interior bertanggung jawab mengembangkan
bagian dalam kendaraan seperti kursi, ruangan, dasbord, trim dan
sebagainya. Rancangan tersebut harus memenuhi aspek ergonomi,
estetika dan kenyamanan penumpang. Seperti halnya dengan eksterior,
bagian interior juga dibuat prototipe terlebih dahulu. Dengan cara ini,
diharapkan kendaraan yang akan dibuat nanti memenuhi rancangan
sebelumnya, dan bisa mencoba untuk dirasakan. Berikut ini teknisi yang
sedang membuat desain interior.
Sedangkan perancang warna dan trim bertanggung jawab
meneliti, mendesain dan mengembangkan warna dan bahan yang
digunakan dalam eksterior maupun interior kendaraan. Termasuk
didalamnya adalah cat dan pengecatan serta bahan-bahan yang
digunakan seperti plastik, karet, vinil, kulit, headliner, karpet, fiberglass
dan lain sebagainya. Ketiga tim desainer ini harus bekerja sama untuk
membuat sebuah kendaraan yang kompak.
sebagai tempat penumpang agar terlindung dari panas dan hujan
sehingga bentuknya sederhana. Karena dipengaruhi oleh perkembangan
teknologi motor dan trend yang semakin maju, maka desain kendaraan
mulai diperhatikan. Di industri pembuatan mobil, desain dari sebuah
produk dirancang oleh bererapa ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Dalam mendesain kendaraan, perkembangan ilmu dari gambar
teknik sangatlah cepat. Dari gambar teknik secara manual (gambar 1.7)
berubah menjadi gambar teknik dengan komputer desain (misalnya Auto
CAD). Bahkan rancangan tersebut sudah dapat disimulasikan apabila
sudah dibuat sesungguhnya, baik dari bentuk, warna, struktur bodi
maupun aerodinamikanya. Dengan teknologi komputer ini menyebabkan
proses mendesain bodi kendaraan akan lebih cepat dan hasilnya akan
maksimal.
Setelah digambar, maka kendaraan yang akan dibuat massal
tersebut, kemudian dibuat prototipenya. Prototipe pada awalnya dibuat
dari bahan kayu, kemudian berkembang dibuat dari wax (lilin) dan clay
(tanah liat, lempung) yang relatif mudah dibentuk.
Ukuran dari prototipe bisa dibuat dengan ukuran sesungguhnya,
atau juga dapat dibuat dengan skala (biasanya diperkecil). Selama
membuat prototipe tersebut, diperlukan ketelitian untuk mendapatkan
hasil yang sebaik mungkin, bahkan sampai pada tiap sudut kecil dari
kendaraan.
Terdapat tiga komponen penting dalam perancangan bodi
kendaraan, yaitu:
desain eksterior,
desain interior, dan
desain warna dan trim
Seorang perancang bodi eksterior bertanggung jawab mendesain
bodi secara keseluruhan yang terlihat dari luar, baik depan, belakang
samping kanan dan kiri, atas maupun bawah dari kendaraan.
Perancang bodi interior bertanggung jawab mengembangkan
bagian dalam kendaraan seperti kursi, ruangan, dasbord, trim dan
sebagainya. Rancangan tersebut harus memenuhi aspek ergonomi,
estetika dan kenyamanan penumpang. Seperti halnya dengan eksterior,
bagian interior juga dibuat prototipe terlebih dahulu. Dengan cara ini,
diharapkan kendaraan yang akan dibuat nanti memenuhi rancangan
sebelumnya, dan bisa mencoba untuk dirasakan. Berikut ini teknisi yang
sedang membuat desain interior.
Sedangkan perancang warna dan trim bertanggung jawab
meneliti, mendesain dan mengembangkan warna dan bahan yang
digunakan dalam eksterior maupun interior kendaraan. Termasuk
didalamnya adalah cat dan pengecatan serta bahan-bahan yang
digunakan seperti plastik, karet, vinil, kulit, headliner, karpet, fiberglass
dan lain sebagainya. Ketiga tim desainer ini harus bekerja sama untuk
membuat sebuah kendaraan yang kompak.
Rabu, 28 Oktober 2009
MERAWAT POWER STEERING
POWER steering merupakan peralatan yang telah mengubah karakteristik sistem kemudi yang selama ini hanya mengandalkan gerak mekanik ke dalam bentuk hidraulik sehingga kemudi terasa lebih ringan dan mudah dikendalikan. Fasilitas ini, terutama, sangat dirasakan manfaatnya ketika kendaraan akan diparkir atau berputar arah di area yang sempit.
Power steering sebenarnya ada dua macam, yakni yang menggunakan sistem fluida dan elektrik. Pada sistem fluida, sistem kemudi memanfaatkan minyak rem untuk menggerakkan steering box. Sementara sistem elektrik bekerja dengan mengandalkan motor penggerak untuk memutar steering box.
Sistem elektrik hampir bisa dipastikan lebih jarang bermasalah karena sistem ini sepenuhnya hanya bergantung pada daya tahan motor penggerak yang memang dirancang untuk usia pakai yang panjang. Berbeda dengan sistem ini, sistem fluida memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin.
Sayangnya, kerusakan power steering tipe fluida ini, kebanyakan, muncul akibat pengguna yang terlalu bersemangat memanfaatkan fasilitas power steering di kendaraannya. Para pengemudi biasanya, lebih suka, membanting steer hingga putaran penuh.
Pada hal, pada saat putaran penuh ini, tekanan hidraulik minyak rem berada pada kondisi maksimal. Bila, kondisi ini sering terjadi, minyak akan menjadi panas dan lama-kelamaan akan merusak komponen-komponen power steering yang kebanyakan terbuat dari bahan karet.
Contohnya, seal pompa, rack and pinion, atau selang-selang. Bila komponen-komponen tersebut sering terkena berada pada suhu tinggi, maka bahan-bahan ini akan menjadi keras dan tidak elastis lagi. Bila kondisi itu terus didiamkan, bukan tidak mungkin, seal tersebut menjadi bocor. Akibatnya, kemudi akan terasa berat.
Untuk menghindari kondisi itu atau paling tidak memperpanjang usia power steering, pengemudi sebaiknya menghindari memutar steer hingga mentok sebisa mungkin, meskipun pada saat melintas di tikungan tajam (U turn).
Selain tepat waktu pada jadwal pemeriksaan berkala sesuai dengan cara perawatan yang diajukan produsen kendaraan, kondisi minyak rem juga sebaiknya sering-sering diperhatikan. Minyak rem yang bagus memiliki warna merah. Bila sudah mulai hitam sebaiknya segera di ganti di bengkel.
Begitu pula dengan volume minyak rem. Bila volume ini menunjukkan angka dibawah minimum, maka kendaraan sebaiknya tidak menggunakan fasilitas ini. Mobil juga sebaiknya dibawa ke bengkel jika stick penunjuk wadah minyak rem berada di bawah minimal, karena kondisi ini bisa jadi timbul akibat ada kebocoran.
Minyak rem juga sebaiknya diganti secara berkala sesuai dengan waktu yang dianjurkan pabrik kendaraan. Misalnya, setelah menempuh 30 ribu kilometer atau dalam waktu satu tahun pemakaian, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.
Pada saat servis rutin, drive belt (belt penggerak pompa power steering yang berasal dari mesin) juga sebaiknya turut diperiksa. Karena, apabila belt ini putus, namun power steering tidak berfungsi.
Secara umum, power steering yang bermasalah dapat dideteksi dari beberapa gejala seperti roda kemudi yang semakin berat diputar; setir berderit ketika diputar, setir tidak konsisten,, kadang terasa ringan dan kadang berat.
Agar awet, jangan paksa setir diputar habis/belok patah. Sebaiknya kondisi minyak rem diperiksa setiap dua minggu bersama-sama dengan pemeriksaan cairan aki dan radiator.
Power steering sebenarnya ada dua macam, yakni yang menggunakan sistem fluida dan elektrik. Pada sistem fluida, sistem kemudi memanfaatkan minyak rem untuk menggerakkan steering box. Sementara sistem elektrik bekerja dengan mengandalkan motor penggerak untuk memutar steering box.
Sistem elektrik hampir bisa dipastikan lebih jarang bermasalah karena sistem ini sepenuhnya hanya bergantung pada daya tahan motor penggerak yang memang dirancang untuk usia pakai yang panjang. Berbeda dengan sistem ini, sistem fluida memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin.
Sayangnya, kerusakan power steering tipe fluida ini, kebanyakan, muncul akibat pengguna yang terlalu bersemangat memanfaatkan fasilitas power steering di kendaraannya. Para pengemudi biasanya, lebih suka, membanting steer hingga putaran penuh.
Pada hal, pada saat putaran penuh ini, tekanan hidraulik minyak rem berada pada kondisi maksimal. Bila, kondisi ini sering terjadi, minyak akan menjadi panas dan lama-kelamaan akan merusak komponen-komponen power steering yang kebanyakan terbuat dari bahan karet.
Contohnya, seal pompa, rack and pinion, atau selang-selang. Bila komponen-komponen tersebut sering terkena berada pada suhu tinggi, maka bahan-bahan ini akan menjadi keras dan tidak elastis lagi. Bila kondisi itu terus didiamkan, bukan tidak mungkin, seal tersebut menjadi bocor. Akibatnya, kemudi akan terasa berat.
Untuk menghindari kondisi itu atau paling tidak memperpanjang usia power steering, pengemudi sebaiknya menghindari memutar steer hingga mentok sebisa mungkin, meskipun pada saat melintas di tikungan tajam (U turn).
Selain tepat waktu pada jadwal pemeriksaan berkala sesuai dengan cara perawatan yang diajukan produsen kendaraan, kondisi minyak rem juga sebaiknya sering-sering diperhatikan. Minyak rem yang bagus memiliki warna merah. Bila sudah mulai hitam sebaiknya segera di ganti di bengkel.
Begitu pula dengan volume minyak rem. Bila volume ini menunjukkan angka dibawah minimum, maka kendaraan sebaiknya tidak menggunakan fasilitas ini. Mobil juga sebaiknya dibawa ke bengkel jika stick penunjuk wadah minyak rem berada di bawah minimal, karena kondisi ini bisa jadi timbul akibat ada kebocoran.
Minyak rem juga sebaiknya diganti secara berkala sesuai dengan waktu yang dianjurkan pabrik kendaraan. Misalnya, setelah menempuh 30 ribu kilometer atau dalam waktu satu tahun pemakaian, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.
Pada saat servis rutin, drive belt (belt penggerak pompa power steering yang berasal dari mesin) juga sebaiknya turut diperiksa. Karena, apabila belt ini putus, namun power steering tidak berfungsi.
Secara umum, power steering yang bermasalah dapat dideteksi dari beberapa gejala seperti roda kemudi yang semakin berat diputar; setir berderit ketika diputar, setir tidak konsisten,, kadang terasa ringan dan kadang berat.
Agar awet, jangan paksa setir diputar habis/belok patah. Sebaiknya kondisi minyak rem diperiksa setiap dua minggu bersama-sama dengan pemeriksaan cairan aki dan radiator.
MERAWAT SISTEM SUSPENSI DAN KEMUDI
SISTEM suspensi dan kemudi wajib dirawat dan diperhatikan secara rutin. Maklum, masalah yang muncul pada sistem itu biasanya muncul sedikit-sedikit atau bertahap. Untuk itu, tidak seharusnya Anda mengabaikan perawatan sistem itu dan menunggu hingga sistem tersebut benar-benar rusak. Sebaiknya, sistem itu diperiksa setiap 4.800 kilometer atau tiga bulan sekali. Tip berikut dapat membantu Anda memeriksa sistem suspensi dan kemudi.
Langkah pertama, parkir mobil di tempat yang rata. Tekan bagian atas bemper kiri depan dan bemper kanan depan, lalu lepaskan dengan cepat. Mobil akan melenting seolah-olah menabrak tonjolan di jalan. Jika mobil melenting lebih dari satu atau dua kali, itu artinya peredam bantingan tampaknya perlu diganti.
Langkah kedua, ganjal ujung depan mobil sehingga mobil terangkat dan Anda bisa memeriksa mekanisme kemudi di bagian bawah mobil. Periksa, apakah ada cairan yang bocor pada peredam bantingan.
Langkah ketiga, mintalah bantuan seseorang untuk memutar roda kemudi berkali-kali ke kiri dan kanan. Coba Anda perhatikan bagaimana mekanisme kemudi bekerja. Telusuri pergerakan dari bak persneling kemudi melalui tongkatnya ke sisi belakang roda. Pergerakan harus mulus tanpa suara yang tidak jelas atau suara logam.
Perhatikan bagian samping roda depan. Pegang ban dan gerakkan dari sisi ke sisi. Pergerakan harus mulus dan tidak tersentak-sentak atau berisik. Kemudian pegang ban di bagian atas dan bawah. Gerakkan ke arah yang menjauh dari anda beberapa kali untuk melihat apakah ban kelihatan longgar.
Langkah terakhir, putar ban satu per satu dan perhatikan apakah terdengar suara berisik. Suara gemeletuk dapat berarti bantalan roda membutuhkan pelumasan atau rem yang menyeret.
Langkah pertama, parkir mobil di tempat yang rata. Tekan bagian atas bemper kiri depan dan bemper kanan depan, lalu lepaskan dengan cepat. Mobil akan melenting seolah-olah menabrak tonjolan di jalan. Jika mobil melenting lebih dari satu atau dua kali, itu artinya peredam bantingan tampaknya perlu diganti.
Langkah kedua, ganjal ujung depan mobil sehingga mobil terangkat dan Anda bisa memeriksa mekanisme kemudi di bagian bawah mobil. Periksa, apakah ada cairan yang bocor pada peredam bantingan.
Langkah ketiga, mintalah bantuan seseorang untuk memutar roda kemudi berkali-kali ke kiri dan kanan. Coba Anda perhatikan bagaimana mekanisme kemudi bekerja. Telusuri pergerakan dari bak persneling kemudi melalui tongkatnya ke sisi belakang roda. Pergerakan harus mulus tanpa suara yang tidak jelas atau suara logam.
Perhatikan bagian samping roda depan. Pegang ban dan gerakkan dari sisi ke sisi. Pergerakan harus mulus dan tidak tersentak-sentak atau berisik. Kemudian pegang ban di bagian atas dan bawah. Gerakkan ke arah yang menjauh dari anda beberapa kali untuk melihat apakah ban kelihatan longgar.
Langkah terakhir, putar ban satu per satu dan perhatikan apakah terdengar suara berisik. Suara gemeletuk dapat berarti bantalan roda membutuhkan pelumasan atau rem yang menyeret.
GANGGUAN PADA SISTEM KEMUDI
GANGGUAN pada kemudi dapat mengurangi kenyamanan waktu mengendarai mobil. Mengetahui lebih dini gangguan pada sistem kemudi akan mengurangi kerugian lebih besar. Oleh karena itu, ada baiknya mengenali beberapa gangguan setir (kemudi).
Bagi kendaraan yang sudah mengadopsi teknologi power steering, kemudi yang berat menunjukkan adanya masalah. Biasanya gangguan disebabkan tali kipas (V-belt) sudah kendur atau kehabisan oli power steering.
Gangguan lain bisa juga karena bentuk ban radial yang terlalu lebar atau tekanan angin kurang. Akibatnya bidang gesek dengan permukaan jalan menjadi lebih besar sehingga kemudi pun jadi berat. Kemudi terasa berat juga sering terjadi pada kendaraan model gear box.
Pada kendaraan jenis ini penyebabnya akibat penyetelan sector shaft terhadap steering worm tidak benar sehingga tidak ada free play. Sementara itu, kemudi berat pada kendaraan model rack and opinion disebabkan tekanan ban yang tidak cukup. Penyetelan baut kelonggaran gigi yang terlalu kencang juga akan membuat kemudi juga terasa berat.
Perlu juga diwaspadai gerak bebas berlebihan (free play) akibat penyetelan sector shaft yang tidak tepat atau pengantar/penyetel rack pada model rack and opinion terlalu kendur. Pada kendaraan jip bisa disebabkan oleh keausan pada center arm bracket kendaraan yang cenderung menarik ke satu arah.
Kemudi berat juga bisa disebabkan kendaraan miring karena suspensi (pegas) depan lemah. Penyebabnya karena diameter ban tidak sama serta bantalan (larger) roda depan yang sudah aus. Selain kemudi yang terasa berat, hal lain yang juga mengganggu konsentrasi berkendara adalah getaran kuat pada lingkar kemudi. Setir yang bergetar akan mengganggu konsentrasi pengemudi. Di samping itu kenyamanan juga menjadi terganggu. Jika mengalami hal itu, sebaiknya mobil segera dibawa ke bengkel.
Namun, perlu juga mengetahui penyebab dan cara perbaikan getaran-getaran setir tersebut. Setir bergetar bisa disebabkan oleh tekanan di antara keempat ban tidak seragam atau bisa tekanannya kurang. Untuk mengatasinya, cukup dengan menyesuaikan tekanan ban sesuai standar yang diharuskan.
Setir bergetar bisa juga disebabkan batang penghubung pada sistem kemudi longgar sehingga perlu dilakukan penyetelan kembali atau mengganti bagian batang penghubung yang sudah aus. Masih banyak faktor-faktor yang menyebabkan setir bergetar. Karena itu yang terbaik adalah rajin melakukan pemeriksaan atau perawatan rutin terutama di bengkel resmi.
Bagi kendaraan yang sudah mengadopsi teknologi power steering, kemudi yang berat menunjukkan adanya masalah. Biasanya gangguan disebabkan tali kipas (V-belt) sudah kendur atau kehabisan oli power steering.
Gangguan lain bisa juga karena bentuk ban radial yang terlalu lebar atau tekanan angin kurang. Akibatnya bidang gesek dengan permukaan jalan menjadi lebih besar sehingga kemudi pun jadi berat. Kemudi terasa berat juga sering terjadi pada kendaraan model gear box.
Pada kendaraan jenis ini penyebabnya akibat penyetelan sector shaft terhadap steering worm tidak benar sehingga tidak ada free play. Sementara itu, kemudi berat pada kendaraan model rack and opinion disebabkan tekanan ban yang tidak cukup. Penyetelan baut kelonggaran gigi yang terlalu kencang juga akan membuat kemudi juga terasa berat.
Perlu juga diwaspadai gerak bebas berlebihan (free play) akibat penyetelan sector shaft yang tidak tepat atau pengantar/penyetel rack pada model rack and opinion terlalu kendur. Pada kendaraan jip bisa disebabkan oleh keausan pada center arm bracket kendaraan yang cenderung menarik ke satu arah.
Kemudi berat juga bisa disebabkan kendaraan miring karena suspensi (pegas) depan lemah. Penyebabnya karena diameter ban tidak sama serta bantalan (larger) roda depan yang sudah aus. Selain kemudi yang terasa berat, hal lain yang juga mengganggu konsentrasi berkendara adalah getaran kuat pada lingkar kemudi. Setir yang bergetar akan mengganggu konsentrasi pengemudi. Di samping itu kenyamanan juga menjadi terganggu. Jika mengalami hal itu, sebaiknya mobil segera dibawa ke bengkel.
Namun, perlu juga mengetahui penyebab dan cara perbaikan getaran-getaran setir tersebut. Setir bergetar bisa disebabkan oleh tekanan di antara keempat ban tidak seragam atau bisa tekanannya kurang. Untuk mengatasinya, cukup dengan menyesuaikan tekanan ban sesuai standar yang diharuskan.
Setir bergetar bisa juga disebabkan batang penghubung pada sistem kemudi longgar sehingga perlu dilakukan penyetelan kembali atau mengganti bagian batang penghubung yang sudah aus. Masih banyak faktor-faktor yang menyebabkan setir bergetar. Karena itu yang terbaik adalah rajin melakukan pemeriksaan atau perawatan rutin terutama di bengkel resmi.
MERAWAT REM MOBILl
Rem adalah salah satu bagian paling vital dalam pengoperasian kendaraan
Anda (mobil misalnya). Keberadaan rem sangat penting untuk memberikan
rasa aman saat penggunaan mobil, namun berfungsinya peranti satu itu sangat
tergantung dengan bagaimana cara kita merawatnya. Kalau perawatan
diabaikan, hampir pasti fungsinya juga tidak optimal.Ujung-ujungnya,
keselamatan kita (dan orang lain) saat berkendara terancam.
Untuk menjaga supaya rem tetap pakem tidak sulit,
asalkan kita tahu bagaimana kiat-kiatnya. Pertama yang harus diperhatikan
adalah bagian disc break dan tromol, dan memeriksa kualitas minyak rem,
saluran rem, dan kampas rem itu sendiri. Untuk minyak rem, biasanya harus
diganti atau dibersihkan setelah mobil menempuh 10.000 km. Perhatikan
bagian ini dengan seksama supaya tidak kosong, dan perhatikan perbandingan
antara bagian depan dan belakang (2:1). Bagian depan mendapat porsi lebih
besar sebab paling sering digunakan saat mobil direm.
Langkah berikut adalah memeriksa kampas rem apakah masih dalam kondisi
baik atau tidak. Caranya, lepaskan roda dengan kunci, perhatikan bagian disc
brake dan lepas pegangan kampas rem dengan alat martil atau obeng. Bila
kampas rem kotor, gunakan amplas/sikat/kuas untuk membersihkannya.
Semakin bersih kampas rem, semakin bagus dan kuat fungsinya. Berikan
gemuk/pelumas pada bagian besi penahannya, namun hindari supaya tidak
terkena bagian sepatu rem. Pasang kembali kampas, dan kancingkan.
Hal terakhir yang harus diperhatikan supaya rem senantiasa berfungsi dengan baik adalah
perawatan yang teratur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, usahakan supaya minyak
diganti setiap mencapai 10.000 km, sedangkan untuk kampas biasanya antara 20-25.000 km
(otomatis) dan 40.000 km (manual). Jangan lupa untuk mengecek kondisi minyak rem setiap dua
minggu sekali.
Anda (mobil misalnya). Keberadaan rem sangat penting untuk memberikan
rasa aman saat penggunaan mobil, namun berfungsinya peranti satu itu sangat
tergantung dengan bagaimana cara kita merawatnya. Kalau perawatan
diabaikan, hampir pasti fungsinya juga tidak optimal.Ujung-ujungnya,
keselamatan kita (dan orang lain) saat berkendara terancam.
Untuk menjaga supaya rem tetap pakem tidak sulit,
asalkan kita tahu bagaimana kiat-kiatnya. Pertama yang harus diperhatikan
adalah bagian disc break dan tromol, dan memeriksa kualitas minyak rem,
saluran rem, dan kampas rem itu sendiri. Untuk minyak rem, biasanya harus
diganti atau dibersihkan setelah mobil menempuh 10.000 km. Perhatikan
bagian ini dengan seksama supaya tidak kosong, dan perhatikan perbandingan
antara bagian depan dan belakang (2:1). Bagian depan mendapat porsi lebih
besar sebab paling sering digunakan saat mobil direm.
Langkah berikut adalah memeriksa kampas rem apakah masih dalam kondisi
baik atau tidak. Caranya, lepaskan roda dengan kunci, perhatikan bagian disc
brake dan lepas pegangan kampas rem dengan alat martil atau obeng. Bila
kampas rem kotor, gunakan amplas/sikat/kuas untuk membersihkannya.
Semakin bersih kampas rem, semakin bagus dan kuat fungsinya. Berikan
gemuk/pelumas pada bagian besi penahannya, namun hindari supaya tidak
terkena bagian sepatu rem. Pasang kembali kampas, dan kancingkan.
Hal terakhir yang harus diperhatikan supaya rem senantiasa berfungsi dengan baik adalah
perawatan yang teratur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, usahakan supaya minyak
diganti setiap mencapai 10.000 km, sedangkan untuk kampas biasanya antara 20-25.000 km
(otomatis) dan 40.000 km (manual). Jangan lupa untuk mengecek kondisi minyak rem setiap dua
minggu sekali.
Membersihkan Jamur dari Kaca Mobil
Kaca mobil adalah salah satu bagian kendaraan yang sangat penting, karena bisa menjaga kita agar terhindar dari sinar ultra violet atau air hujan yang kerap muncul pada saat tidak terduga. Tak heran bila bagian ini nyaris selalu terlihat kotor, namun hal ini tidak bisa dibiarkan. Kaca yang terlalu lama tidak dibersihkan akan menjadi kusam dan menjadi tempat tumbuhnya jamur.
Untuk menghindarinya, bersihkan kaca mobil Anda dengan teratur dalam jangka waktu tertentu (kalau perlu setiap hari di musim hujan). Untuk melakukannya tidak perlu ke salon kecantikan mobil, sebab hanya butuh benda-benda sederhana yang bisa diperoleh dari dalam rumah seperti sabun mandi cair dan spons pembersih. Berikut adalah kiat- kiat jitu membersihkan kaca supaya terhindar dari jamur. Langkah pertama adalah membasuh bagian permukaan kaca yang terkena noda/kotoran dengan air bersih. Untuk melakukannya, gunakan lap yang tidak berserat sebabpermukaan kasar pada lap berserat bisa membuat kaca Anda yang tadinya mulus jadi tergores danmeninggalkan bekas. Berikan sabun (biasanya sabun cair yang telah dicampur dengan air) kepermukaan kaca, kemudian lap sampai busa merata.
Untuk membilasnya, siram air ke permukaan kemudian disusul oleh pengeringan dengan menggunakan lap. Untuk fase ini, usahakan supaya lap tidak basah. Dengan demikian, kaca jadi bebas dari noda dan karat. Sebagai langkah perawatan, hindari memarkir mobil dalam keadaan terjemur langsung oleh terik matahari karena bisa mempercepat proses timbulnya jamur. Kemudian, setiap habis bepergian, jangan lupa bersihkan mobil dengan menggunakan lap atau kemoceng. Dan terakhir, jangan lupa untuk membersihkan kaca mobil minimal dua minggu sekali (tentunya selain dicuci).
Untuk menghindarinya, bersihkan kaca mobil Anda dengan teratur dalam jangka waktu tertentu (kalau perlu setiap hari di musim hujan). Untuk melakukannya tidak perlu ke salon kecantikan mobil, sebab hanya butuh benda-benda sederhana yang bisa diperoleh dari dalam rumah seperti sabun mandi cair dan spons pembersih. Berikut adalah kiat- kiat jitu membersihkan kaca supaya terhindar dari jamur. Langkah pertama adalah membasuh bagian permukaan kaca yang terkena noda/kotoran dengan air bersih. Untuk melakukannya, gunakan lap yang tidak berserat sebabpermukaan kasar pada lap berserat bisa membuat kaca Anda yang tadinya mulus jadi tergores danmeninggalkan bekas. Berikan sabun (biasanya sabun cair yang telah dicampur dengan air) kepermukaan kaca, kemudian lap sampai busa merata.
Untuk membilasnya, siram air ke permukaan kemudian disusul oleh pengeringan dengan menggunakan lap. Untuk fase ini, usahakan supaya lap tidak basah. Dengan demikian, kaca jadi bebas dari noda dan karat. Sebagai langkah perawatan, hindari memarkir mobil dalam keadaan terjemur langsung oleh terik matahari karena bisa mempercepat proses timbulnya jamur. Kemudian, setiap habis bepergian, jangan lupa bersihkan mobil dengan menggunakan lap atau kemoceng. Dan terakhir, jangan lupa untuk membersihkan kaca mobil minimal dua minggu sekali (tentunya selain dicuci).
Mobil Terpelihara Meski Jarang Dipakai
Mungkin Anda adalah salah satu dari orang yang sangat sibuk, tugas memaksa
untuk kerap bepergian ke luar kota atau negeri dalam jangka waktu lama. Bila
Anda memiliki mobil pribadi, hal ini harus diperhatikan supaya saat kembali
nanti, kendaraan tidak dalam kondisi terlantar atau mengenaskan. Langkah
pertama yang harus Anda lakukan adalah mencuci mobil sebelum ditinggalkan.
Kemudian, ikuti tips- tips berikut.
1. Posisi rem tangan dibebaskan
Kalau dibiarkan dalam keadaan rem tangan masuk, terutama dalam waktu lama, akan
terjadi kelengketan antara minyak dengan piringan rem, khususnya bagi kendaraan yang
memiliki tromol di roda belakang. Satu hal tambahan, ada baiknya kunci mobil Anda
biarkan tergantung di kemudi kendaraan Anda. Bila rumah Anda mempunyai pembantu, hal
ini akan sangat berguna untuk memanaskan kendaraan setiap hari. Namun jangan
tinggalkan kunci mobil bila ternyata Anda tidak mempunyai garasi atau berada di tempat
terbuka.
2. Ganjal wiper dengan busa/kayu
Bila terus bersentuhan dengan kaca mobil, karet wiper perlahan
akan mengeras dan tidak lentur lagi. Akibatnya karet tersebut (yang
biasa disebut karet mati) akan terasa kasar saat kelak dipergunakan
untuk membasuh kaca depan mobil Anda.
3. Usahakan keempat ban dalam kondisi terangkat tidak
menempel lantai
Caranya, cukup dengan menggunakan dongkrak dan stand-jack.
Tujuannya adalah supaya suspensi mobil terjaga dan tidak terbebani
oleh berat kendaraan. Sebuah mobil yang tidak pernah digunakan dalam waktu cukup lama biasanya suspensinya akan naik-turun, sehingga bila dipergunakan nanti, mobil akan terasa
tidak nyaman.
4. Lepaskan aki bila mobil ditinggal lebih dari dua minggu
Kenapa? Alasannya adalah karena aki mobil sangat sensitif. Bila kendaraan tidak
dinyalakan sama sekali dalam waktu dua minggu atau lebih (terutama bila di rumah yang
Anda tinggalkan tidak ada pembantu), hal itu akan berpengaruh ke akinya, yang bisa lebih
cepat rusak dibandingkan dengan kendaraan yang setiap hari dipakai.
5. Bila tempat parkir miring, ganjal empat ban anda dengan balok
Ini berlaku bagi Anda yang mempunyai garasi dengan permukaan miring. Di tips pertama
disebutkan bahwa tidak baik memasukkan posisi rem tangan bila kendaraan ditinggal
cukup lama, namun bagaiman bila permukaannya miring? Caranya mudah, cukup ganjal
keempat ban dengan balok atau benda keras lainnya supaya mobil tidak berubah posisi.
6. Taruh pengharum mobil, dan tutup mobil dengan cover
Pengharum berfungsi untuk menetralkan bau apek yang mungkin
timbul karena ruang dalam mobil tertutup dalam waktu lama.
Selain itu, mobil yang dibiarkan dalam keadaan terbuka juga
memudahkan partikel-partikel debu masuk ke dalam mobil
melalui celah-celah, suatu hal yang tentunya tidak diinginkan
oleh setiap pemilik mobil. Untuk menghindarinya, cukup beli
penutup mobil yang biasa dijual di toko-toko aksesoris mobil.
untuk kerap bepergian ke luar kota atau negeri dalam jangka waktu lama. Bila
Anda memiliki mobil pribadi, hal ini harus diperhatikan supaya saat kembali
nanti, kendaraan tidak dalam kondisi terlantar atau mengenaskan. Langkah
pertama yang harus Anda lakukan adalah mencuci mobil sebelum ditinggalkan.
Kemudian, ikuti tips- tips berikut.
1. Posisi rem tangan dibebaskan
Kalau dibiarkan dalam keadaan rem tangan masuk, terutama dalam waktu lama, akan
terjadi kelengketan antara minyak dengan piringan rem, khususnya bagi kendaraan yang
memiliki tromol di roda belakang. Satu hal tambahan, ada baiknya kunci mobil Anda
biarkan tergantung di kemudi kendaraan Anda. Bila rumah Anda mempunyai pembantu, hal
ini akan sangat berguna untuk memanaskan kendaraan setiap hari. Namun jangan
tinggalkan kunci mobil bila ternyata Anda tidak mempunyai garasi atau berada di tempat
terbuka.
2. Ganjal wiper dengan busa/kayu
Bila terus bersentuhan dengan kaca mobil, karet wiper perlahan
akan mengeras dan tidak lentur lagi. Akibatnya karet tersebut (yang
biasa disebut karet mati) akan terasa kasar saat kelak dipergunakan
untuk membasuh kaca depan mobil Anda.
3. Usahakan keempat ban dalam kondisi terangkat tidak
menempel lantai
Caranya, cukup dengan menggunakan dongkrak dan stand-jack.
Tujuannya adalah supaya suspensi mobil terjaga dan tidak terbebani
oleh berat kendaraan. Sebuah mobil yang tidak pernah digunakan dalam waktu cukup lama biasanya suspensinya akan naik-turun, sehingga bila dipergunakan nanti, mobil akan terasa
tidak nyaman.
4. Lepaskan aki bila mobil ditinggal lebih dari dua minggu
Kenapa? Alasannya adalah karena aki mobil sangat sensitif. Bila kendaraan tidak
dinyalakan sama sekali dalam waktu dua minggu atau lebih (terutama bila di rumah yang
Anda tinggalkan tidak ada pembantu), hal itu akan berpengaruh ke akinya, yang bisa lebih
cepat rusak dibandingkan dengan kendaraan yang setiap hari dipakai.
5. Bila tempat parkir miring, ganjal empat ban anda dengan balok
Ini berlaku bagi Anda yang mempunyai garasi dengan permukaan miring. Di tips pertama
disebutkan bahwa tidak baik memasukkan posisi rem tangan bila kendaraan ditinggal
cukup lama, namun bagaiman bila permukaannya miring? Caranya mudah, cukup ganjal
keempat ban dengan balok atau benda keras lainnya supaya mobil tidak berubah posisi.
6. Taruh pengharum mobil, dan tutup mobil dengan cover
Pengharum berfungsi untuk menetralkan bau apek yang mungkin
timbul karena ruang dalam mobil tertutup dalam waktu lama.
Selain itu, mobil yang dibiarkan dalam keadaan terbuka juga
memudahkan partikel-partikel debu masuk ke dalam mobil
melalui celah-celah, suatu hal yang tentunya tidak diinginkan
oleh setiap pemilik mobil. Untuk menghindarinya, cukup beli
penutup mobil yang biasa dijual di toko-toko aksesoris mobil.
Membersihkan Noda Jok Mobil
Anak adalah buah hati orang tuanya, dan mereka kerap kali dibawa kemanapun sang ibu pergi (terutama bila berkendaraan). Bepergian tersebut juga memerlukan persiapan khusus, diantaranya adalah membawa bekal untuk makan/minum anak, atau pakaian ganti. Untuk balita, satu benda yang tidak pernah tertinggal adalah botol susu/minuman. Nah, minum susu dalam perjalanan ini yang kerap menjadi bencana kecil, karena kondisi jalan atau hal lain, susu sering kali tumpah di atas jok mobil Anda.Kejadian ini sering kali tidak diambil pusing, namun jangan salah. Mendiamkan noda susu atau minuman (kecuali air putih) hingga merembes ke dalam jok hanya akan membuat bau asam atau tidak sedap tercium. ni dapat menimbulkan jamur dan menarik perhatian hewan-hewan menjijikkan seperti kecoa masuk ke dalam mobil. Belum lagi, noda tersebut akan membuat kusam. Untuk mengatasinya, ada kiat-kiat tertentu yang bisa dilakukan, tentunya dengan meluangkan sedikit waktu Anda. Ada beberapa alat yang dapat digunakan dan dapat diperoleh dari sekitar rumah, yaitu sikat besar, sikat gigi, kain serbet, kain putih, sprayer, air berisi sabun deterjen, dan terakhir vacuum-cleaner. Kemudian perhatikan tipe jok mobil Anda, ada dua bahan : kulit dan kain, yang masing-masing memerlukan penanganan berbeda. Untuk jok kain, yang perlu dicermati adalah sifatnya yang cepat menyerap air/merembes, sehingga perlu penanganan yang cepat. Sementara untuk yang jenis kulit akan lebih mudah, mengingat sifatnya yang lambat menyerap air. Selain itu, sebagai pencegahan kejadian serupa terulangdi kemudian hari, ada baiknya bila jok dilapisi oleh cover setiap kali mengajak buah hati.
Tips
membersikan jok mobil dari noda susu :
1. Bersihkan jok dengan mesin penyedot debu.
2. Semprotkan deterjen ke jok mobil.
3. Sikat jok mobil sampai noda hilang.
4. Keringkan dengan menggunakan penyedot debu.
5. Semprotkan pengharum mobil.
6. Gunakan penutup jok untuk menghindari jok mobil dari noda.
Tips
membersikan jok mobil dari noda susu :
1. Bersihkan jok dengan mesin penyedot debu.
2. Semprotkan deterjen ke jok mobil.
3. Sikat jok mobil sampai noda hilang.
4. Keringkan dengan menggunakan penyedot debu.
5. Semprotkan pengharum mobil.
6. Gunakan penutup jok untuk menghindari jok mobil dari noda.
Selasa, 27 Oktober 2009
Membersihkan Jamur dari Kaca Mobil
Kaca mobil adalah salah satu bagian kendaraan yang sangat penting, karena bisa menjaga kita agar terhindar dari sinar ultra violet atau air hujan yang kerap muncul pada saat tidak terduga. Tak heran bila bagian ini nyaris selalu terlihat kotor, namun hal ini tidak bisa dibiarkan. Kaca yang terlalu lama tidak dibersihkan akan menjadi kusam dan menjadi tempat tumbuhnya jamur.
Untuk menghindarinya, bersihkan kaca mobil Anda dengan teratur dalam jangka waktu tertentu (kalau perlu setiap hari di musim hujan). Untuk melakukannya tidak perlu ke salon kecantikan mobil, sebab hanya butuh benda-benda sederhana yang bisa diperoleh dari dalam rumah seperti sabun mandi cair dan spons pembersih. Berikut adalah kiat- kiat jitu membersihkan kaca supaya terhindar dari jamur. Langkah pertama adalah membasuh bagian permukaan kaca yang terkena noda/kotoran dengan air bersih. Untuk melakukannya, gunakan lap yang tidak berserat sebabpermukaan kasar pada lap berserat bisa membuat kaca Anda yang tadinya mulus jadi tergores danmeninggalkan bekas. Berikan sabun (biasanya sabun cair yang telah dicampur dengan air) kepermukaan kaca, kemudian lap sampai busa merata.
Untuk membilasnya, siram air ke permukaan kemudian disusul oleh pengeringan dengan menggunakan lap. Untuk fase ini, usahakan supaya lap tidak basah. Dengan demikian, kaca jadi bebas dari noda dan karat. Sebagai langkah perawatan, hindari memarkir mobil dalam keadaan terjemur langsung oleh terik matahari karena bisa mempercepat proses timbulnya jamur. Kemudian, setiap habis bepergian, jangan lupa bersihkan mobil dengan menggunakan lap atau kemoceng. Dan terakhir, jangan lupa untuk membersihkan kaca mobil minimal dua minggu sekali (tentunya selain dicuci).
Untuk menghindarinya, bersihkan kaca mobil Anda dengan teratur dalam jangka waktu tertentu (kalau perlu setiap hari di musim hujan). Untuk melakukannya tidak perlu ke salon kecantikan mobil, sebab hanya butuh benda-benda sederhana yang bisa diperoleh dari dalam rumah seperti sabun mandi cair dan spons pembersih. Berikut adalah kiat- kiat jitu membersihkan kaca supaya terhindar dari jamur. Langkah pertama adalah membasuh bagian permukaan kaca yang terkena noda/kotoran dengan air bersih. Untuk melakukannya, gunakan lap yang tidak berserat sebabpermukaan kasar pada lap berserat bisa membuat kaca Anda yang tadinya mulus jadi tergores danmeninggalkan bekas. Berikan sabun (biasanya sabun cair yang telah dicampur dengan air) kepermukaan kaca, kemudian lap sampai busa merata.
Untuk membilasnya, siram air ke permukaan kemudian disusul oleh pengeringan dengan menggunakan lap. Untuk fase ini, usahakan supaya lap tidak basah. Dengan demikian, kaca jadi bebas dari noda dan karat. Sebagai langkah perawatan, hindari memarkir mobil dalam keadaan terjemur langsung oleh terik matahari karena bisa mempercepat proses timbulnya jamur. Kemudian, setiap habis bepergian, jangan lupa bersihkan mobil dengan menggunakan lap atau kemoceng. Dan terakhir, jangan lupa untuk membersihkan kaca mobil minimal dua minggu sekali (tentunya selain dicuci).
Senin, 26 Oktober 2009
MERAWAT MESIN TURBO
Menggunakan mesin bertenaga turbo memang menguntungkan. Karena teknologi ini akan banyak membantu menambah daya tenaga kendaraan Anda.
Sebaiknya Anda juga harus rajin merawat turbo tersebut jika tidak mau mengeluarkan biaya besar untuk perbaikannya. Selain itu, kalau kerusakan dibiarkan, dapat menjalar ke beberapa bagian yang penting. Beberapa tips berikut ini dapat membantu Anda dalam melakukan perawatan pada mesin turbo mobil Anda.Pertama, luangkan waktu untuk rajin melakukan servis rutin sistem turbo sesuai dengan rentang waktu yang direkomendasikan produsen mobil. Juga jangan lupa menggunakan oli yang sesuai dengan rekomendasi produsen. Periksa apakah ada kebocoran oli, suara-suara, dan getaran yang tidak wajar.
Kedua, perhatikan apakah tenaga turbo terasa berkurang dan mengeluarkan suara keras dengan asap biru atau hitam. Jika ya, itu berarti ada indikasi bahwa terdapat masalah pada mesin mobil tetapi bukan pada turbonya.
Selanjutnya jika hal itu Anda alami, panaskanlah mesin mobil selama beberapa saat. Tunggu temperatur oli mesin hingga mencapai suhu kerja optimal sebelum menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mengaktifkan turbo.
Jangan mainkan pedal gas karena kemungkinan minyak pelumas komponen turbo belum sempurna. Tetapi sebaliknya, biarkan mesin berada pada kondisi idle beberapa saat sebelum mesin dimatikan.
Jika mesin langsung dimatikan seketika, maka pasokan oli mesin ke turbo otomatis terhenti. Sementara turbo masih berputar dengan kecepatan tinggi, hal ini dapat mencederai bearing. Kecuali jika teknologi turbo yang digunakan mesin mobil Anda adalah teknologi turbo terbaru, hal itu tidak perlu lagi dilakukan.
Sumber: Otomotifnet
Sebaiknya Anda juga harus rajin merawat turbo tersebut jika tidak mau mengeluarkan biaya besar untuk perbaikannya. Selain itu, kalau kerusakan dibiarkan, dapat menjalar ke beberapa bagian yang penting. Beberapa tips berikut ini dapat membantu Anda dalam melakukan perawatan pada mesin turbo mobil Anda.Pertama, luangkan waktu untuk rajin melakukan servis rutin sistem turbo sesuai dengan rentang waktu yang direkomendasikan produsen mobil. Juga jangan lupa menggunakan oli yang sesuai dengan rekomendasi produsen. Periksa apakah ada kebocoran oli, suara-suara, dan getaran yang tidak wajar.
Kedua, perhatikan apakah tenaga turbo terasa berkurang dan mengeluarkan suara keras dengan asap biru atau hitam. Jika ya, itu berarti ada indikasi bahwa terdapat masalah pada mesin mobil tetapi bukan pada turbonya.
Selanjutnya jika hal itu Anda alami, panaskanlah mesin mobil selama beberapa saat. Tunggu temperatur oli mesin hingga mencapai suhu kerja optimal sebelum menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mengaktifkan turbo.
Jangan mainkan pedal gas karena kemungkinan minyak pelumas komponen turbo belum sempurna. Tetapi sebaliknya, biarkan mesin berada pada kondisi idle beberapa saat sebelum mesin dimatikan.
Jika mesin langsung dimatikan seketika, maka pasokan oli mesin ke turbo otomatis terhenti. Sementara turbo masih berputar dengan kecepatan tinggi, hal ini dapat mencederai bearing. Kecuali jika teknologi turbo yang digunakan mesin mobil Anda adalah teknologi turbo terbaru, hal itu tidak perlu lagi dilakukan.
Sumber: Otomotifnet
Sabtu, 24 Oktober 2009
MERAWAT TRANSMISI OTOMATIK
Mobil bertransmisi otomatik memang lebih nyaman dibanding mobil dengan persneling manual, namun perangkat ini ternyata membutuhkan pula perhatian melebihi perangkat transmisi manual. Karena perangkat transmisi manual berbeda rancangan dan perangkatnya dengan transmisi otomatik. Bagaimana memelihara transmisi otomatik simak hal berikut ini :
1. Waktu Penggantian Oli
- Kendaraan bertranmisi otomatik mengharuskan pelumas selalu dalam level standart untuk itu jadwal penggantian oli harus diperhatikan serius.
- Kekurangan pelumas dapat menimbulkan kerusakan pada sistem transmisi otomatik.
- Menurut buku petunjuk penggantian oli dilakukan setiap 40.000 km, namun ada juga yang mengganti oli pada jangka waktu 20.000 km-30.000 km.
2. Menjaga Oilpan
- Perhatikan pula oilpan atau bak penampung oli yang terletak di kolong mobil. Oilpan pada transmisi otomatik cenderung lebih ke bawah sehingga besar kemungkinan terantuk polisi tidur atau bebatuan besar dan itu bisa menyebabkan kebocoran cairan oli.
- Kebocoran oli dapat menghentikan mekanisme kerja transmisi otomatik.
- Jika terjadi kebocoran oli sebaiknya kendaraan jangan dipaksakan untuk berjalan.
3. Tuas di Posisi N
- Pada transmisi otomatik tertera huruf D (drive) dan N (neutral). Pindahkan tuas persneling ke posisi N apabila mobil berhenti di traffic light untuk mencegah keausan dan Anda pun tak capek menginjak pedal rem.
- Jangan menggunakan model D sambil menginjak pedal rem. Hal itu hanya akan mempercepat keausan komponen yang berhubungan dengan sistem atau kerja transmisi otomatik.
- Memfungsikan ON perangkat overdrive kendaraan.
- Sebab jika Anda memfungsikan OFF perangkat overdrive tersebut, maka hanya dapat menjalankan kendaraan pada posisi gigi 1,2 dan 3 saja sedangkan gigi 4 tidak digunakan. Hal itu akan menyebabkan konsumsi bahan bakar boros.
- Jika Anda menggunakan ON perangkat overdrive kendaraan, Anda bisa memanfaatkan gigi persneling mulai dari gigi 1 sampai dengan gigi 4.
1. Waktu Penggantian Oli
- Kendaraan bertranmisi otomatik mengharuskan pelumas selalu dalam level standart untuk itu jadwal penggantian oli harus diperhatikan serius.
- Kekurangan pelumas dapat menimbulkan kerusakan pada sistem transmisi otomatik.
- Menurut buku petunjuk penggantian oli dilakukan setiap 40.000 km, namun ada juga yang mengganti oli pada jangka waktu 20.000 km-30.000 km.
2. Menjaga Oilpan
- Perhatikan pula oilpan atau bak penampung oli yang terletak di kolong mobil. Oilpan pada transmisi otomatik cenderung lebih ke bawah sehingga besar kemungkinan terantuk polisi tidur atau bebatuan besar dan itu bisa menyebabkan kebocoran cairan oli.
- Kebocoran oli dapat menghentikan mekanisme kerja transmisi otomatik.
- Jika terjadi kebocoran oli sebaiknya kendaraan jangan dipaksakan untuk berjalan.
3. Tuas di Posisi N
- Pada transmisi otomatik tertera huruf D (drive) dan N (neutral). Pindahkan tuas persneling ke posisi N apabila mobil berhenti di traffic light untuk mencegah keausan dan Anda pun tak capek menginjak pedal rem.
- Jangan menggunakan model D sambil menginjak pedal rem. Hal itu hanya akan mempercepat keausan komponen yang berhubungan dengan sistem atau kerja transmisi otomatik.
- Memfungsikan ON perangkat overdrive kendaraan.
- Sebab jika Anda memfungsikan OFF perangkat overdrive tersebut, maka hanya dapat menjalankan kendaraan pada posisi gigi 1,2 dan 3 saja sedangkan gigi 4 tidak digunakan. Hal itu akan menyebabkan konsumsi bahan bakar boros.
- Jika Anda menggunakan ON perangkat overdrive kendaraan, Anda bisa memanfaatkan gigi persneling mulai dari gigi 1 sampai dengan gigi 4.
BELAJAR MENGENDARAI MOBIL
Mengendarai mobil memang menyenangkan karena kita bisa terhindar dari panas dan hujan serta debu. Tapi mengendarai mobil bisa menjadi hal yang berbahaya apabila kita tidak hati-hati dalam mengendarainya, terutama yang masih baru-baru. Dibawah ini nih sedikit tips bagi yang mau belajar mobil yang diambil dari otomotifnet.
1. Langkah Awal Cara Menjalankan Kendaraan
- Periksa posisi duduk senyaman mungkin
- Cek persnelling gigi NETRAL
- Mesin dijalankan (Start)
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi 1
- Rem tangan dilepas
- Injak pedal gas secukupnya dan lepas kopling perlahan*
- Kendaraan berjalan
* Hindari melepas kopling secara langsung (lawan dari perlahan) untuk menghindari kendaraan melaju dengan efek kejut atau bahkan mesin mati. Baik pada saat persnelling gigi rendah maupun tinggi.
2. Mengendarai di Tanjakan Tinggi
- Injak pedal rem dan kendaraan berhenti di tanjakan tinggi
- Injak kopling penuh dan pindah persnelling gigi NETRAL
- Rem tangan diangkat / ditarik
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi 1
- Injak pedal gas secukupnya*
- Kopling dilepas / diangkat ½ sampai terdengar suara mesin berubah (yakni, menjadi rendah / suara ditahan)
- Rem tangan dilepas
- Kendaraan berjalan**
* Suara derung mesin akan terdengar jikalau pedal gas diinjak terlalu dalam dan kopling belum / kurang dilepas. Dengan makin banyak latihan / jam mengemudi, suara derung mesin akan berkurang / dapat dihindari.
** HATI-HATI dengan efek mundur kendaraan saat mulai melaju. Selalu perhatikan kendaraan di belakang kita (terutama sepeda motor) dan jaga jarak yang mencukupi. Yang ideal adalah jarak cukup dengan kendaraan di depan dan jarak cukup (atau lebih) dengan kendaraan di belakang kita.
3. Mengendarai di Tanjakan Rendah
- Kendaraan berhenti di tanjakan rendah
- Injak kopling penuh dan pindah persnelling gigi NETRAL
- Kaki kanan injak pedal rem
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi 1
- Kopling dilepas / diangkat ½ sampai terdengar suara mesin berubah (yakni, menjadi rendah / suara ditahan)
- Kaki kanan pindah cepat ke pedal gas dan injak pedal gas perlahan*
- Kendaraan berjalan
* Hindari injak pedal gas terlalu dalam karena akan memberikan efek kejut (tidak nyaman bagi penumpang)
4. Tips Pindah / Over persnelling gigi tinggi
- Kendaraan berjalan
- Kaki kanan masih ada di pedal gas
- Injak kopling penuh dan lepaskan pedal gas di kaki kanan
- Fokus stabilkan setir dengan tangan kanan*
- Pindah persnelling gigi tinggi dan lepaskan kopling secara perlahan
- Injak pedal gas perlahan. Tambahkan tekanan gas untuk akselerasi.
* Setelah kopling diinjak penuh dan saat menstabilkan setir di tangan kanan, tidak harus selalu dibarengi dengan ganti / pindah persnelling gigi. Jangan menahan kopling jikalau pedal gas sudah diinjak kembali karena akan timbul suara deruman mesin dan akan menyebabkan pelat kopling cepat aus. INGAT! Saat kopling diinjak penuh, pedal gas harus segera dilepas!
5. Tips Pindah / Over persnelling gigi rendah / bawah
- Kendaraan berjalan
- Injak pedal rem hingga kendaraan perlahan [injak pedal rem secara perlahan; jikalau pedal rem diinjak terlalu dalam akan memberikan efek kejut]*
- Fokus stabilkan setir di tangan kanan
- Injak kopling penuh dan pindah persnelling gigi rendah (gigi 2)
- Lepaskan kopling perlahan dan injak pedal gas secukupnya**
- Tambahkan injak pedal gas untuk akselerasi
- Pindah ke gigi 1 jikalau kendaraan berhenti / terhenti
* Selalu kurangi laju kendaraan dengan menginjak pedal rem sebelum pindah persnelling gigi rendah / bawah agar tidak memberikan efek rem / kejut [membahayakan penumpang]
** Selalu lepas kopling secara perlahan saat pindah persnelling gigi agar tidak ada efek kejut saat kendaraan melaju, terutama saat pindah persnelling gigi rendah / memperlambat.
6. Mengendarai di Turunan (Jalan Menurun)
- Kendaraan berjalan di jalanan menurun
- Lepas pedal gas di kaki kanan
- Kontrol laju kendaraan dengan menginjak pedal rem sedikit demi sedikit. Hindari terlalu banyak memainkan pedal rem karena pelat rem akan panas dan mengurangi performa / fungsi rem
- Maksimal persnelling pada gigi 3 untuk jalanan menurun. Gigi 2 atau gigi 1 akan memberikan efek pengereman pada saat melewati jalan menurun (tergantung kondisi jalanan)
7. Mengendarai di Kemacetan / Perempatan
- Kendaraan berjalan di hadapan kemacetan
- Lepas pedal gas di kaki kanan untuk memperlambat
- Bantu dengan injak pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi rendah sesuai kebutuhan*
- Kontrol laju kendaraan dengan menginjak pedal rem sedikit demi sedikit dan atur setir di tangan kanan untuk memposisikan kendaraan terhadap kendaraan lainnya (kopling masih diinjak penuh)
- Jangan terburu-buru melepas kopling / menginjak pedal gas jikalau posisi kendaraan tidak memungkinkan.
- Ikuti laju kendaraan di depan tanpa menginjak pedal gas. Jikalau kondisi sudah memungkinkan (lowong di depan), injak pedal gas untuk melaju atau menyalip kendaraan di depan di saat yang tepat**
* Jikalau masih ada putaran roda, pindah persnelling gigi 2. Jikalau kendaraan benar-benar berhenti / terhenti, pindah persnelling gigi 1. Atau posisikan persnelling gigi NETRAL setiap saat berhenti dan atau rem tangan ditarik / diangkat jikalau kemacetan lama sehingga kopling bisa dilepas di kaki kiri. Injak kopling penuh, siapkan persnelling gigi 1, injak gas secukupnya dan lepas kopling perlan untuk mulai berjalan.
** Perhatikan dan utamakan sisi kiri kendaraan yang kita kemudikan terhadap kendaraan lain (baik yang diam / berhenti maupun melaju perlahan), terutama terhadap posisi kaca spion yang paling luar dari kendaraan kita. Sedangkan kendaraan yang berpapasan di sisi kanan kendaraan kita akan otomatis menghindar terhadap posisi kendaraan kita, tetapi kita tetap harus memperhitungkannya secara tepat.
8. Mengapa Mesin Mati?
- Posisi persnelling gigi masih tinggi sementara mobil terhenti / berhenti karena rem diinjak, tetapi kopling tidak diinjak penuh
- Kendaraan ada di persnelling gigi 1 dan kopling dilepas tanpa tekanan pedal gas yang mencukupi
- Kopling dilepas lebih dari ½ tanpa ada tekanan pedal gas yang mencukupi
- HATI-HATI! Pada saat memarkir kendaraan atau saat berkendaraan, selalu posisikan persnelling gigi NETRAL sebelum bisa melepas kopling. Jikalau tidak, mesin kendaraan akan mati dan atau bahkan memberikan efek kejut dorongan ke belakang jikalau posisi persnelling gigi mundur [membahayakan orang yang berdiri di belakang kendaraan – dan selalu ingatkan orang untuk tidak berdiri di belakang kendaraan saat parkir mundur].
9. Latihan Kopling ½
- Siapkan kendaraan di jalanan menurun. Pastikan tidak ada lalu lintas kendaraan lain di depan atau belakang
- Pasang persnelling gigi mundur
- Kopling dilepas / diangkat ½ sampai terdengar suara mesin berubah (yakni, menjadi rendah / suara ditahan) atau bisa diamati dari bunyi getaran tongkat persnelling.
- Injak pedal gas secukupnya
- Dalam kondisi ini kendaraan tidak maju dan tidak mundur. Tahan selama beberapa detik.
- Tambah sedikit lepasan kopling sehingga kendaraan mundur, lalu tahan dengan mengembalikan ke posisi kopling ½ sehingga kendaraan tidak melaju turun.
- Ulangi lagi langkah-langkah di atas hingga terbiasa dengan kopling ½
1. Langkah Awal Cara Menjalankan Kendaraan
- Periksa posisi duduk senyaman mungkin
- Cek persnelling gigi NETRAL
- Mesin dijalankan (Start)
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi 1
- Rem tangan dilepas
- Injak pedal gas secukupnya dan lepas kopling perlahan*
- Kendaraan berjalan
* Hindari melepas kopling secara langsung (lawan dari perlahan) untuk menghindari kendaraan melaju dengan efek kejut atau bahkan mesin mati. Baik pada saat persnelling gigi rendah maupun tinggi.
2. Mengendarai di Tanjakan Tinggi
- Injak pedal rem dan kendaraan berhenti di tanjakan tinggi
- Injak kopling penuh dan pindah persnelling gigi NETRAL
- Rem tangan diangkat / ditarik
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi 1
- Injak pedal gas secukupnya*
- Kopling dilepas / diangkat ½ sampai terdengar suara mesin berubah (yakni, menjadi rendah / suara ditahan)
- Rem tangan dilepas
- Kendaraan berjalan**
* Suara derung mesin akan terdengar jikalau pedal gas diinjak terlalu dalam dan kopling belum / kurang dilepas. Dengan makin banyak latihan / jam mengemudi, suara derung mesin akan berkurang / dapat dihindari.
** HATI-HATI dengan efek mundur kendaraan saat mulai melaju. Selalu perhatikan kendaraan di belakang kita (terutama sepeda motor) dan jaga jarak yang mencukupi. Yang ideal adalah jarak cukup dengan kendaraan di depan dan jarak cukup (atau lebih) dengan kendaraan di belakang kita.
3. Mengendarai di Tanjakan Rendah
- Kendaraan berhenti di tanjakan rendah
- Injak kopling penuh dan pindah persnelling gigi NETRAL
- Kaki kanan injak pedal rem
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi 1
- Kopling dilepas / diangkat ½ sampai terdengar suara mesin berubah (yakni, menjadi rendah / suara ditahan)
- Kaki kanan pindah cepat ke pedal gas dan injak pedal gas perlahan*
- Kendaraan berjalan
* Hindari injak pedal gas terlalu dalam karena akan memberikan efek kejut (tidak nyaman bagi penumpang)
4. Tips Pindah / Over persnelling gigi tinggi
- Kendaraan berjalan
- Kaki kanan masih ada di pedal gas
- Injak kopling penuh dan lepaskan pedal gas di kaki kanan
- Fokus stabilkan setir dengan tangan kanan*
- Pindah persnelling gigi tinggi dan lepaskan kopling secara perlahan
- Injak pedal gas perlahan. Tambahkan tekanan gas untuk akselerasi.
* Setelah kopling diinjak penuh dan saat menstabilkan setir di tangan kanan, tidak harus selalu dibarengi dengan ganti / pindah persnelling gigi. Jangan menahan kopling jikalau pedal gas sudah diinjak kembali karena akan timbul suara deruman mesin dan akan menyebabkan pelat kopling cepat aus. INGAT! Saat kopling diinjak penuh, pedal gas harus segera dilepas!
5. Tips Pindah / Over persnelling gigi rendah / bawah
- Kendaraan berjalan
- Injak pedal rem hingga kendaraan perlahan [injak pedal rem secara perlahan; jikalau pedal rem diinjak terlalu dalam akan memberikan efek kejut]*
- Fokus stabilkan setir di tangan kanan
- Injak kopling penuh dan pindah persnelling gigi rendah (gigi 2)
- Lepaskan kopling perlahan dan injak pedal gas secukupnya**
- Tambahkan injak pedal gas untuk akselerasi
- Pindah ke gigi 1 jikalau kendaraan berhenti / terhenti
* Selalu kurangi laju kendaraan dengan menginjak pedal rem sebelum pindah persnelling gigi rendah / bawah agar tidak memberikan efek rem / kejut [membahayakan penumpang]
** Selalu lepas kopling secara perlahan saat pindah persnelling gigi agar tidak ada efek kejut saat kendaraan melaju, terutama saat pindah persnelling gigi rendah / memperlambat.
6. Mengendarai di Turunan (Jalan Menurun)
- Kendaraan berjalan di jalanan menurun
- Lepas pedal gas di kaki kanan
- Kontrol laju kendaraan dengan menginjak pedal rem sedikit demi sedikit. Hindari terlalu banyak memainkan pedal rem karena pelat rem akan panas dan mengurangi performa / fungsi rem
- Maksimal persnelling pada gigi 3 untuk jalanan menurun. Gigi 2 atau gigi 1 akan memberikan efek pengereman pada saat melewati jalan menurun (tergantung kondisi jalanan)
7. Mengendarai di Kemacetan / Perempatan
- Kendaraan berjalan di hadapan kemacetan
- Lepas pedal gas di kaki kanan untuk memperlambat
- Bantu dengan injak pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi rendah sesuai kebutuhan*
- Kontrol laju kendaraan dengan menginjak pedal rem sedikit demi sedikit dan atur setir di tangan kanan untuk memposisikan kendaraan terhadap kendaraan lainnya (kopling masih diinjak penuh)
- Jangan terburu-buru melepas kopling / menginjak pedal gas jikalau posisi kendaraan tidak memungkinkan.
- Ikuti laju kendaraan di depan tanpa menginjak pedal gas. Jikalau kondisi sudah memungkinkan (lowong di depan), injak pedal gas untuk melaju atau menyalip kendaraan di depan di saat yang tepat**
* Jikalau masih ada putaran roda, pindah persnelling gigi 2. Jikalau kendaraan benar-benar berhenti / terhenti, pindah persnelling gigi 1. Atau posisikan persnelling gigi NETRAL setiap saat berhenti dan atau rem tangan ditarik / diangkat jikalau kemacetan lama sehingga kopling bisa dilepas di kaki kiri. Injak kopling penuh, siapkan persnelling gigi 1, injak gas secukupnya dan lepas kopling perlan untuk mulai berjalan.
** Perhatikan dan utamakan sisi kiri kendaraan yang kita kemudikan terhadap kendaraan lain (baik yang diam / berhenti maupun melaju perlahan), terutama terhadap posisi kaca spion yang paling luar dari kendaraan kita. Sedangkan kendaraan yang berpapasan di sisi kanan kendaraan kita akan otomatis menghindar terhadap posisi kendaraan kita, tetapi kita tetap harus memperhitungkannya secara tepat.
8. Mengapa Mesin Mati?
- Posisi persnelling gigi masih tinggi sementara mobil terhenti / berhenti karena rem diinjak, tetapi kopling tidak diinjak penuh
- Kendaraan ada di persnelling gigi 1 dan kopling dilepas tanpa tekanan pedal gas yang mencukupi
- Kopling dilepas lebih dari ½ tanpa ada tekanan pedal gas yang mencukupi
- HATI-HATI! Pada saat memarkir kendaraan atau saat berkendaraan, selalu posisikan persnelling gigi NETRAL sebelum bisa melepas kopling. Jikalau tidak, mesin kendaraan akan mati dan atau bahkan memberikan efek kejut dorongan ke belakang jikalau posisi persnelling gigi mundur [membahayakan orang yang berdiri di belakang kendaraan – dan selalu ingatkan orang untuk tidak berdiri di belakang kendaraan saat parkir mundur].
9. Latihan Kopling ½
- Siapkan kendaraan di jalanan menurun. Pastikan tidak ada lalu lintas kendaraan lain di depan atau belakang
- Pasang persnelling gigi mundur
- Kopling dilepas / diangkat ½ sampai terdengar suara mesin berubah (yakni, menjadi rendah / suara ditahan) atau bisa diamati dari bunyi getaran tongkat persnelling.
- Injak pedal gas secukupnya
- Dalam kondisi ini kendaraan tidak maju dan tidak mundur. Tahan selama beberapa detik.
- Tambah sedikit lepasan kopling sehingga kendaraan mundur, lalu tahan dengan mengembalikan ke posisi kopling ½ sehingga kendaraan tidak melaju turun.
- Ulangi lagi langkah-langkah di atas hingga terbiasa dengan kopling ½
CEK REM AUS
Kampas rem adalah peranti yang sering terabaikan, padahal jika aus fungsi rem kurang optimal. Jika sampai tidak diketahui rem bisa blong dan berakibat fatal. Untuk mendeteksinya bisa dilakukan dengan gampang tanpa harus membongkar teromol atau kaliper terlebih dahulu. Bagaimana cara mengetahui tanda-tandanya ? Lakukan hal berikut ini
1. Saat kaki menginjak pedal untuk melakukan pengereman, apabila terdengar bunyi-bunyian dan terasa aneh sebaiknya segera diperiksa.
2. Kalau pedal diinjak makin dalam tandanya kampas sudah menipis, apalagi bila diinjak sampai mentok baru ada reaksi pengereman.
3. Bila pedal diinjak diikuti dengan bunyi berdecit secara terus menerus selama pedal rem diinjak, bisa dipastikan kampas rem harus diganti.
4. Bila roda depan dan belakang ikut bergetar saat pengereman biasanya paku klem yang berfungsi mengikat kampas, dipastikan sudah menyentuh teromol.
5. Jika dipastikan tanda-tanda tersebut di atas terjadi pada mobil anda, segera bawa mobil anda ke bengkel untuk mengganti kampas remnya agar anda terhindar dari kecelakaan mobil karena rem yang bermasalah.
Sumber : Otomotifnet
1. Saat kaki menginjak pedal untuk melakukan pengereman, apabila terdengar bunyi-bunyian dan terasa aneh sebaiknya segera diperiksa.
2. Kalau pedal diinjak makin dalam tandanya kampas sudah menipis, apalagi bila diinjak sampai mentok baru ada reaksi pengereman.
3. Bila pedal diinjak diikuti dengan bunyi berdecit secara terus menerus selama pedal rem diinjak, bisa dipastikan kampas rem harus diganti.
4. Bila roda depan dan belakang ikut bergetar saat pengereman biasanya paku klem yang berfungsi mengikat kampas, dipastikan sudah menyentuh teromol.
5. Jika dipastikan tanda-tanda tersebut di atas terjadi pada mobil anda, segera bawa mobil anda ke bengkel untuk mengganti kampas remnya agar anda terhindar dari kecelakaan mobil karena rem yang bermasalah.
Sumber : Otomotifnet
MERAWAT JOK MOBIL
Secara umum, kalangan pengguna mobil dibagi menjadi dua tipe. Ada orang yang memperlakukan mobil seperti apa adanya, yakni sebagai alat yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari.
Kelompok lainnya adalah jenis pengemudi yang memperlakukan mobil sebagai rekan atau benda kesayangannya. Ciri dari kelompok ini orangnya rajin mencuci tunggangannya, bahkan sering menyalonkan mobilnya.
Namun, jika Anda termasuk tipe kedua, tip berikut sangat berguna terutama dalam hal memelihara interior mobil pada akhir pekan. Salah satu yang patut mendapat perhatian adalah bagian jok mobil.
Sebagai penyayang kendaraan, tentu sangat tidak nyaman jika harus duduk di atas jok yang dekil. Namun, tak sembarang langkah bisa dilakukan untuk membersihkan jok. Perhatikan dulu dari jenis apa jok mobil Anda. Ada tiga macam bahan pelapis jok yaitu kain, kulit, dan vinil, masing-masingnya memerlukan penanganan berbeda.
Untuk yang berbahan dari kain, sebisa mungkin hindari atau bersihkan supaya tidak ada debu yang menempel. Kalau debunya sudah terlalu banyak, hal itu akan berpengaruh terhadap anyaman benang pada jok.
Cara mengatasinya mudah. Cukup menggunakan penyedot debu dan sesekali menggunakan lap setengah basah untuk mengangkat debu yang menempel. Jika terkena noda lemak, minyak, dan oli segera taburkan bedak tabur di atas noda lalu lap dengan kain bersih.
Penanganan berbeda
Berbeda jika tertumpa kopi, jus atau anggur cobalah untuk menyekanya dengan boraks. Bahan alkali ringan yang sering disalahgunakan sebagai pengawet bakso ini bisa berguna untuk meluruhkan noda-noda tersebut pada jok berbahan kain.
Penanganan berbeda harus dilakukan pada jok yang berbahan dasar kulit. Supaya tidak cepat bau, kaca mobil harus sedikit dibuka saat mobil diparkir di tempat yang terekspos sinar matahari.
Selain itu, oleskan cairan khusus untuk bahan kulit setiap jangka waktu tertentu guna menjaga kelembaban kulit jok. Jangan biarkan mobil Anda terlalu lama terpapar matahari, karena kondisi panas akan membuat permukaan kulit cepat kering, sehingga tampak pecah-pecah.
Sementara itu, jok berbahan vinil termasuk paling mudah saat dibersihkan. Cukup menggunakan cairan silikon saat membersihkannya untuk menjaga kelenturan dan warna bahan. Nah, cukup dengan sedikit ketekunan, bagian kabin mobil Anda bebas dari gangguan kan!
Sumber : OtomotifNet
Kelompok lainnya adalah jenis pengemudi yang memperlakukan mobil sebagai rekan atau benda kesayangannya. Ciri dari kelompok ini orangnya rajin mencuci tunggangannya, bahkan sering menyalonkan mobilnya.
Namun, jika Anda termasuk tipe kedua, tip berikut sangat berguna terutama dalam hal memelihara interior mobil pada akhir pekan. Salah satu yang patut mendapat perhatian adalah bagian jok mobil.
Sebagai penyayang kendaraan, tentu sangat tidak nyaman jika harus duduk di atas jok yang dekil. Namun, tak sembarang langkah bisa dilakukan untuk membersihkan jok. Perhatikan dulu dari jenis apa jok mobil Anda. Ada tiga macam bahan pelapis jok yaitu kain, kulit, dan vinil, masing-masingnya memerlukan penanganan berbeda.
Untuk yang berbahan dari kain, sebisa mungkin hindari atau bersihkan supaya tidak ada debu yang menempel. Kalau debunya sudah terlalu banyak, hal itu akan berpengaruh terhadap anyaman benang pada jok.
Cara mengatasinya mudah. Cukup menggunakan penyedot debu dan sesekali menggunakan lap setengah basah untuk mengangkat debu yang menempel. Jika terkena noda lemak, minyak, dan oli segera taburkan bedak tabur di atas noda lalu lap dengan kain bersih.
Penanganan berbeda
Berbeda jika tertumpa kopi, jus atau anggur cobalah untuk menyekanya dengan boraks. Bahan alkali ringan yang sering disalahgunakan sebagai pengawet bakso ini bisa berguna untuk meluruhkan noda-noda tersebut pada jok berbahan kain.
Penanganan berbeda harus dilakukan pada jok yang berbahan dasar kulit. Supaya tidak cepat bau, kaca mobil harus sedikit dibuka saat mobil diparkir di tempat yang terekspos sinar matahari.
Selain itu, oleskan cairan khusus untuk bahan kulit setiap jangka waktu tertentu guna menjaga kelembaban kulit jok. Jangan biarkan mobil Anda terlalu lama terpapar matahari, karena kondisi panas akan membuat permukaan kulit cepat kering, sehingga tampak pecah-pecah.
Sementara itu, jok berbahan vinil termasuk paling mudah saat dibersihkan. Cukup menggunakan cairan silikon saat membersihkannya untuk menjaga kelenturan dan warna bahan. Nah, cukup dengan sedikit ketekunan, bagian kabin mobil Anda bebas dari gangguan kan!
Sumber : OtomotifNet
Persyaratan yang harus Dipenuhi Sistem Starter
Persyaratan yang harus Dipenuhi Sistem Starter
Pada umumnya sepeda motor yang dilengkapi dengan sistem
starter listrik, sumber arus yang digunakan adalah baterai. Dalam hal ini
kondisi baterai harus dapat menghasilkan tenaga putar (torque) yang
sangat besar. Selain itu ukuran baterai juga diharapkan kecil dan ringan.
Motor starter dalam sistem starter listrik harus dapat membangkitkan
torque yang besar dari sumber tenaga baterai yang terbatas. Maka untuk
itu sistem starter dilengkapi dengan motor starter arus searah (DC).
Dalam menentukan motor starter yang tepat menurut kebutuhan suatu
mesin, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. Sifat starter
Tenaga putar (torque) yang dihasilkan motor starter akan
menambah kadar arus yang mengalir pada starter secara
proporsional (sepadan). Makin rendah putaran, makin besar arus
yang mengalir pada starter sehingga menghasilkan tenaga putar
yang besar. Begitu pula dengan tegangan yang disuplai pada
starter, jika tegangannya bertambah besar, maka kapasitasnya
akan menurun. Oleh karena itu kapasitas starter sangat erat
hubungannya dengan baterai.
b. Kecepatan putar dari mesin
Mesin tidak akan start (hidup) sebelum melakukan siklus kerjanya
berulang-ulang, yaitu langkah hisap, kompresi, pembakaran
(usaha) dan buang. Langkah pertama untuk menghidupkan
mesin, lalu memutarkannya dan menyebabkan siklus pembakaran
awal (pendahuluan). Motor starter minimal harus dapat
memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang diperlukan
untuk memperoleh pembakaran awal.
Kecepatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan
mesin berbeda tergantung pada konstruksi (banyaknya silinder,
volume silinder, bentuk ruang bakar) dan kondisi kerjanya (suhu
dan tekanan udara, campuran udara dan bensin dan lonctan
bunga api busi), tetapi pada umumnya untuk motor bensin
berkisar antara 40 sampai 60 rpm.
c. Torque yang dihasilkan starter untuk menggerakkan mesin
starter merupakan faktor penting dalam
menentukan apakah starter dapat berfungsi dengan baik atau
tidak. Setiap mesin mempunyai torque maksimum yang
dihasilkan, misal suatu mesin dengan 100 cc maksimum
torquenya adalah 0,77 kg-m.
Untuk dapat menggerakkan mesin dengan kapasitas tersebut,
diperlukan torque yang melebihi kapasitas tersebut (sampai 6
kali). Tetapi pada umumnya starter hanya mempunyai torque
yang yang tidak jauh berbeda dari torque maksimum mesin
Pada umumnya sepeda motor yang dilengkapi dengan sistem
starter listrik, sumber arus yang digunakan adalah baterai. Dalam hal ini
kondisi baterai harus dapat menghasilkan tenaga putar (torque) yang
sangat besar. Selain itu ukuran baterai juga diharapkan kecil dan ringan.
Motor starter dalam sistem starter listrik harus dapat membangkitkan
torque yang besar dari sumber tenaga baterai yang terbatas. Maka untuk
itu sistem starter dilengkapi dengan motor starter arus searah (DC).
Dalam menentukan motor starter yang tepat menurut kebutuhan suatu
mesin, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. Sifat starter
Tenaga putar (torque) yang dihasilkan motor starter akan
menambah kadar arus yang mengalir pada starter secara
proporsional (sepadan). Makin rendah putaran, makin besar arus
yang mengalir pada starter sehingga menghasilkan tenaga putar
yang besar. Begitu pula dengan tegangan yang disuplai pada
starter, jika tegangannya bertambah besar, maka kapasitasnya
akan menurun. Oleh karena itu kapasitas starter sangat erat
hubungannya dengan baterai.
b. Kecepatan putar dari mesin
Mesin tidak akan start (hidup) sebelum melakukan siklus kerjanya
berulang-ulang, yaitu langkah hisap, kompresi, pembakaran
(usaha) dan buang. Langkah pertama untuk menghidupkan
mesin, lalu memutarkannya dan menyebabkan siklus pembakaran
awal (pendahuluan). Motor starter minimal harus dapat
memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang diperlukan
untuk memperoleh pembakaran awal.
Kecepatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan
mesin berbeda tergantung pada konstruksi (banyaknya silinder,
volume silinder, bentuk ruang bakar) dan kondisi kerjanya (suhu
dan tekanan udara, campuran udara dan bensin dan lonctan
bunga api busi), tetapi pada umumnya untuk motor bensin
berkisar antara 40 sampai 60 rpm.
c. Torque yang dihasilkan starter untuk menggerakkan mesin
starter merupakan faktor penting dalam
menentukan apakah starter dapat berfungsi dengan baik atau
tidak. Setiap mesin mempunyai torque maksimum yang
dihasilkan, misal suatu mesin dengan 100 cc maksimum
torquenya adalah 0,77 kg-m.
Untuk dapat menggerakkan mesin dengan kapasitas tersebut,
diperlukan torque yang melebihi kapasitas tersebut (sampai 6
kali). Tetapi pada umumnya starter hanya mempunyai torque
yang yang tidak jauh berbeda dari torque maksimum mesin
Kamis, 22 Oktober 2009
MERAWAT KOPLING
Untuk kenyamanan dan keamanan mengemudi, Anda sebaiknya rajin memeriksa kondisi kendaraan sebelum dibawa pergi. Salah satunya adalah kopling, karena kopling berguna untuk meneruskan putaran mesin ke transmisi dan kemudian menggerakkan roda.
Agar putaran itu dapat diteruskan dengan baik dan aman, bagian kopling haruslah bekerja dengan sempurna, kuat menerima beban, dan terbebas dari putaran ketika diinjak saat Anda akan memindahkan gigi transmisi. Untuk menjaga kondisi kopling, periksa dan rawatlah bagian ini dengan teratur. Tips berikut dapat membantu Anda dalam merawat kopling.
Langkah pertama yang harus diperhatikan, agar dapat memindahkan putaran mesin dengan aman dan tidak selip maka per penekan haruslah sesuai.
Di samping itu, sistem kopling tidak gampang rusak kalau yang menggunakannya benar. Pengemudi yang baik, tidak akan meletakkan kakinya di atas pedal kopling selama mobil berjalan karena akan mempercepat keausan pada release bearing dan pelat kopling. Membongkar bagian ini juga sulit dan membutuhkan biaya besar, maka disarankan kalau mengganti pelat kopling harus sekaligus memeriksa, apakah cluth cover dan release bearing juga perlu diganti. Langkah berikut Anda harus perhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi beratnya injakan kopling. Apabila jarak tekan terlalu besar sehingga Anda cenderung harus menekan jauh ke dalam itu biasanya diakibatkan oleh setelan terlalu stut, dan free play terlalu kecil.
Setelan kopling yang baik ditandai dengan saat kopling ditekan penuh sampai rapat ke lantai mobil kemudian gigi transmisi dimasukkan ke satu dan kopling diangkat, mobil sudah bergerak sebelum mencapai 50 persen jarak pedal kopling. Dengan cara ini, di samping tekanan kaki lebih ringan juga membuat pelat kopling lebih awet dan tidak gampang selip.
Keempat, periksalah apakah cluth cover (blindes) sudah berusia lama sehingga per penekan pelat kopling sudah mati (tidak ngeper). Kalau semua bagian kopling telah diperiksa dan dalam kondisi baik, maka dapat dipastikan injakan tidak terlalu berat. Terakhir, jika ditemukan suara kasar saat menginjak kopling segeralah periksa. Jangan biarkan gejala tersebut karena dapat merusak fly wheel (roda gila).
Agar putaran itu dapat diteruskan dengan baik dan aman, bagian kopling haruslah bekerja dengan sempurna, kuat menerima beban, dan terbebas dari putaran ketika diinjak saat Anda akan memindahkan gigi transmisi. Untuk menjaga kondisi kopling, periksa dan rawatlah bagian ini dengan teratur. Tips berikut dapat membantu Anda dalam merawat kopling.
Langkah pertama yang harus diperhatikan, agar dapat memindahkan putaran mesin dengan aman dan tidak selip maka per penekan haruslah sesuai.
Di samping itu, sistem kopling tidak gampang rusak kalau yang menggunakannya benar. Pengemudi yang baik, tidak akan meletakkan kakinya di atas pedal kopling selama mobil berjalan karena akan mempercepat keausan pada release bearing dan pelat kopling. Membongkar bagian ini juga sulit dan membutuhkan biaya besar, maka disarankan kalau mengganti pelat kopling harus sekaligus memeriksa, apakah cluth cover dan release bearing juga perlu diganti. Langkah berikut Anda harus perhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi beratnya injakan kopling. Apabila jarak tekan terlalu besar sehingga Anda cenderung harus menekan jauh ke dalam itu biasanya diakibatkan oleh setelan terlalu stut, dan free play terlalu kecil.
Setelan kopling yang baik ditandai dengan saat kopling ditekan penuh sampai rapat ke lantai mobil kemudian gigi transmisi dimasukkan ke satu dan kopling diangkat, mobil sudah bergerak sebelum mencapai 50 persen jarak pedal kopling. Dengan cara ini, di samping tekanan kaki lebih ringan juga membuat pelat kopling lebih awet dan tidak gampang selip.
Keempat, periksalah apakah cluth cover (blindes) sudah berusia lama sehingga per penekan pelat kopling sudah mati (tidak ngeper). Kalau semua bagian kopling telah diperiksa dan dalam kondisi baik, maka dapat dipastikan injakan tidak terlalu berat. Terakhir, jika ditemukan suara kasar saat menginjak kopling segeralah periksa. Jangan biarkan gejala tersebut karena dapat merusak fly wheel (roda gila).
BEARING
Bearing adalah suatu komponen yang berfungsi untuk mengurangi gesekan pada machine atau komponen-komponen yang bergerak dan saling menekan antara satu dengan yang lainnya.
Bila gerakan dua permukaan yang saling berhubungan terhambat, maka akan menimbulkan panas. Hambatan ini dikenal sebagai gesekan (friction). Gesekan yang terus menerus akan menyebabkan panas yang makin lama semakin meningkat dan menyebabkan keausan pada komponen tersebut. Gesekan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada komponen dan alat tidak bisa bekerja.
Bearing digunakan untuk menahan / menyangga komponen-komponen yang bergerak. Bearing biasanya dipakai untuk menyangga perputaran pada shaft, dimana terjadi sangat banyak gesekan.
Fungsi bearing:
• Mengurangi gesekan, panas dan aus.
• Menahan beban shaft dan machine.
• Menahan radial load dan thrust load.
• Menjaga toleransi kekencangan.
• Mempermudah pergantian dan mengurangi biaya operasional.
Pada Gear Shaft yang beroperasi pada machine, shaft tersebut menahan beban machine yang bervariasi dan beban tersebut harus ditanggung oleh bearing. Beban dari berat shaft dan gear 90 derajat dari center line shaft disebut RADIAL LOAD. Sedangkan arah dari gerakan shaft ke kiri dan ke kanan karena putaran disebut THRUST LOAD. Bearing menahan Radial Load dan Thrust Load untuk menjaga supaya shaft tetap berputar.
I.1 Jenis-Jenis Bearing
Bearing dibagi menjadi dua bagian yaitu:
• Solid Bearing
• Anti-friction Bearing.
Solid Bearing
Pada solid bearing, shaft berputar pada permukaan bearing. Antara shaft dan bearing dipisahkan oleh lapisan tipis oli pelumas. Ketika berputar pada kecepatan operasional shaft ditahan oleh lapisan tipis oli bukan oleh bearing.
Anti Friction Bearings
Anti Friction Bearing digunakan pada benda-benda yang berputar, untuk mengurangi gesekan dan memperkecil gesekan awal pada permukaan bearing yang rata/datar.
Anti Friction bearing terdiri dari:
• Ball bearing
• Roller bearing,
• Needle bearing
Anti friction bearing tersusun dari beberapa komponen yaitu: Inner race, Outer race, Balls atau roller dan Cage.
• Inner race atau Cone: cincin baja yang dikeraskan dengan diberi alur untuk pergerakan roller atau ball di bagian luarnya, sering dipasang pada shaft yang berputar sebagai penyangga bearing.
• Outer race: Outer race hampir sama dengan Inner race, outer race adalah cincin baja yang dikeraskan dengan alur untuk pergerakan ball atau roller di bagian dalam.
• Balls atau Rollers: Di antara Inner race dan outer race ada komponen yang berfungsi mengurangi gesekan yang dilakukan oleh balls, rollers atau tapered rollers. Balls dan Rollers ini terbuat baja yang dikeraskan. Balls atau rollers bergerak bebas di antara inner dan outer race.
• Cage: Letak cage antara inner race dan outer race yang digunakan untuk menjaga jarak ball atau roller yang satu dengan yang lainnya.
Anti Friction Bearing mengurangi panas dengan cara mengurangi kontak area yang saling bergesekan. Balls mempunyai contact point antara inner dan outer race untuk menahan beban sehingga memungkinkan berputar dengan kecepatan tinggi. Lapisan oli lubrikasi berfungsi memisahkan komponen yang saling berhubungan.
Bila gerakan dua permukaan yang saling berhubungan terhambat, maka akan menimbulkan panas. Hambatan ini dikenal sebagai gesekan (friction). Gesekan yang terus menerus akan menyebabkan panas yang makin lama semakin meningkat dan menyebabkan keausan pada komponen tersebut. Gesekan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada komponen dan alat tidak bisa bekerja.
Bearing digunakan untuk menahan / menyangga komponen-komponen yang bergerak. Bearing biasanya dipakai untuk menyangga perputaran pada shaft, dimana terjadi sangat banyak gesekan.
Fungsi bearing:
• Mengurangi gesekan, panas dan aus.
• Menahan beban shaft dan machine.
• Menahan radial load dan thrust load.
• Menjaga toleransi kekencangan.
• Mempermudah pergantian dan mengurangi biaya operasional.
Pada Gear Shaft yang beroperasi pada machine, shaft tersebut menahan beban machine yang bervariasi dan beban tersebut harus ditanggung oleh bearing. Beban dari berat shaft dan gear 90 derajat dari center line shaft disebut RADIAL LOAD. Sedangkan arah dari gerakan shaft ke kiri dan ke kanan karena putaran disebut THRUST LOAD. Bearing menahan Radial Load dan Thrust Load untuk menjaga supaya shaft tetap berputar.
I.1 Jenis-Jenis Bearing
Bearing dibagi menjadi dua bagian yaitu:
• Solid Bearing
• Anti-friction Bearing.
Solid Bearing
Pada solid bearing, shaft berputar pada permukaan bearing. Antara shaft dan bearing dipisahkan oleh lapisan tipis oli pelumas. Ketika berputar pada kecepatan operasional shaft ditahan oleh lapisan tipis oli bukan oleh bearing.
Anti Friction Bearings
Anti Friction Bearing digunakan pada benda-benda yang berputar, untuk mengurangi gesekan dan memperkecil gesekan awal pada permukaan bearing yang rata/datar.
Anti Friction bearing terdiri dari:
• Ball bearing
• Roller bearing,
• Needle bearing
Anti friction bearing tersusun dari beberapa komponen yaitu: Inner race, Outer race, Balls atau roller dan Cage.
• Inner race atau Cone: cincin baja yang dikeraskan dengan diberi alur untuk pergerakan roller atau ball di bagian luarnya, sering dipasang pada shaft yang berputar sebagai penyangga bearing.
• Outer race: Outer race hampir sama dengan Inner race, outer race adalah cincin baja yang dikeraskan dengan alur untuk pergerakan ball atau roller di bagian dalam.
• Balls atau Rollers: Di antara Inner race dan outer race ada komponen yang berfungsi mengurangi gesekan yang dilakukan oleh balls, rollers atau tapered rollers. Balls dan Rollers ini terbuat baja yang dikeraskan. Balls atau rollers bergerak bebas di antara inner dan outer race.
• Cage: Letak cage antara inner race dan outer race yang digunakan untuk menjaga jarak ball atau roller yang satu dengan yang lainnya.
Anti Friction Bearing mengurangi panas dengan cara mengurangi kontak area yang saling bergesekan. Balls mempunyai contact point antara inner dan outer race untuk menahan beban sehingga memungkinkan berputar dengan kecepatan tinggi. Lapisan oli lubrikasi berfungsi memisahkan komponen yang saling berhubungan.
Langganan:
Postingan (Atom)

